Gas Elpiji 3 Kg, Pertabung Tembus Rp 27.000

10.947 dibaca

BANYUASIN, Buanaindonesia.com– Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 Kg atau elpiji tabung melon disejumlah agen di Kelurahan Mariana Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin ternyata masih terus berlanjut. Tak ayal, akibat hal ini harga elpiji menjadi tinggi, dari sebelumnya Rp 18.000/tabung kini menjadi Rp 20.000/tabung.

Bahkan, untuk memanfaatkan situasi ini, pengecer menjual hingga Rp 27.000/tabung. Meski begitu, warga tetap membeli lantaran tak ada pilihan lain.

Advertisement

Sulitnya mendapatkan gas elpiji melon ini diakui oleh salah seorang ibu rumah tangga, Widi. Menurut warga Mariana ini kondisi tersebut telah berlangsung selama dua bulan terakhir. Elpiji sangat sulit didapatkan, kalaupun ada harganya sudah naik.

“Ya dek, masih langka sekarang ini, entah akan sampai kapan. Kalaupun ada harganya mahal, sekarang sudab Rp 20.000/tabung padahal sebelumnya Cuma Rp 18.000/tabung. Diagen dan pengecerpun sudah tidak ada, kemungkinan jatah elpiji untuk Mariana ini semuanya dijual ke perairan sana. Sebab informasinya disana dijual sampai Rp 25.000/tabung,” katanya.

Bahkan, dia menyebut jika salah satu agen di wilayah Mariana sempat menjual elpiji Rp 27.000/tabung itupun dengan cepat dibeli masyarakat karena terdesaknya kebutuhan.

“Sekarang memang lagi susah elpiji, dimana-mana kosong. Kemarin itu ada disalah satu agen, tapi saat warga hendak membeli mereka tidak mau menjual. Kami menduga elpiji itu akan dibawa ke wilayah perairan sana karena harganya yang lebih mahal,” ucapnya seraya berharap agar pihak terkait melakukan pengecekan dan memberikan sanksi kepada agen dan pengecer yang nakal.

Senada diungkapkan ibu rumah tangga lainnya. Bukan hanya di agen-agen resmi kelangkaan ini terjadi. Namun, di tingkat pengecer pun mulai sulit didapatkan warga. Bila pun ada, harga jual elpiji melon ini mengalami kenaikan yang sangat drastis.

“Di mana-mana sudah tidak ada. Kalaupun ada, harganya terakhir juga mahal, biasanya Rp 18ribu sekarang naik jadi Rp 22.000/tabung,” ujar Yuni, warga lainnya.(muh)

Bagaimana Menurut Anda?