Sumsel, Genjot Pembangunan Infrastruktur Transportasi

16.991 dibaca
Alek Noerdin, Gubernur Sumsel, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kamis, 10 Februari 2016. Foto : Humas Pemprov Sumsel.

JAKARTA, Buanaindonesia.com – Pelaksanaan pembangunan sejumlah proyek di Sumatera Selatan (Sumsel) terus digeber. Bukan saja karena provinsi ini akan menjadi tuan rumah pelaksaan Asian Games 2018, namun di luar itu, pembangunan infrastruktur memang harus dikebut agar perekonomian bisa lari lebih kencang lagi.

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin datang ke Jakarta untuk mengikuti rapat koordinasi (rakor) dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang membahas pembangunan transportasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Rakor diikuti oleh gubernur se-Sumatera.

Advertisement

Usai rakor, kepada awak media Noerdin menuturkan, “apa yang digagas Kemenhub untuk menyamakan persepsi program pembangunan transportasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah patut diacungi jempol. Bagi pemerintah daerah,” kata Noerdin, pertemuan semacam ini membuka ruang dan menjadi tempat memperbaiki atau memasukkan usulan baru.

“Oleh karena itu, meski saya sangat sibuk, tetap meluangkan waktu untuk tetap hadir,” ucapnya semringah.

Dalam pertemuan tersebut, Alex Noerdin langsung mengajukan sejumlah usulan kekemenhub,  mulai dari penyerahan bandara ke pemerintah pusat dan pengajuan penambahan anggaran untuk pembebasan lahan proyek kereta api Trans Sumatera.

Alex mengatakan, untuk Trans Sumatera, anggaran yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 5 miliar dirasa terlalu kecil. Idealnya, sebut dia, sekitar Rp 10-15 miliar.

 “Kami ajukan tambahan tidak banyak, sekitar Rp 10-15 miliar di APBN-P 2016 untuk pembebasan lahan,” ujar pria kelahiran Palembang, 9 September 1950

Pembabasan lahan, sambungnya, perlu mendapat perhatian serius, sebab proses pembebasan lahan selalu menjadi komponen tersulit dalam sebuah proyek pembangunan.

Awalnya, ia bercerita, Kemenhub sengaja mengucurkan anggaran kecil lantaran dikhawatirkan jika terlalu besar tidak akan maksimal penyerapannya di kemudian hari. Namun, Alex  Noerdin mengatakan, pemerintah pusat tikdan perlu takut soal penyerapan, pasalnya kalaupun tidak mencapai 100 persen, hal itu bukanlah persoalan karena bisa digunakan untuk tahun depan.

Bagaimana Menurut Anda?