Heru Setiawan Membantah, Soal Proyek Jembatan Bernilai Miliaran di Muba Fiktif

36.241 dibaca
Kasatker Jalan dan jembatan Pekerjaan Umum Bina Marga Kementerian PU Wilayah Sumsel, Heru Setiawan, Rabu 24 Februari 2016

PALEMBANG, Buanaindonesia.com-  Beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melaporkankan kepala satuan kerja (Kasatker) Jalan dan jembatan  Pekerjaan Umum Bina Marga Kementerian PU Wilayah Sumatera selatan, Heru Setiawan ke aparat penegak hukum Polda Sumatera Selatan

Berdasarkan data yang dihimpun, Laporan LSM tentang adanya dugaan Pembangunan dua buah jembatan fiktif di dua lokasi Sungai Lilin, sebesar Rp5,12 miliar  dan Sungai Lalan Rp5,06miliar  Kabupaten Musi Banyuasin. Proyek tersebut di danai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2013. Dikerjakan oleh kontraktor di Sumsel Inisial PT BMS

Advertisement

Terkait laporan LSM itu, Satker Jalan dan Jembatan Pekerjaan Umum Bina Marga Sumsel membantah laporan tersebut

“Laporan LSM itu tidak benar,”Kata Heru Setiawan, Rabu 24 Februari 2016

Dijelaskan, permasalahan yang menjadi perbincangan dikalangann LSM di Sumsel sebagai lembaga independen yang bekerja untuk mengontrol, bukan  suatu masalah dan itu memang tugasnya LSM. Namun kalau ada temuan seharusnya didukung oleh fakta dan data yang akurat.

“Pada tahun itu tidak ada penganggaran untuk dua buah jembatan, yang dimaksud,  informasi seratus persen tidak benar,” ujarnya dengan nada santai.

Dikatakan penganggaran yang selama ditudingkan kepada pihaknya itu bukan untuk pembangun jembatan baru,melainkan untuk biaya perbaikan jembatan yang lama di dua lakosi itu.

Tujuannya supaya jembatan yang sudah ada dapat berumur panjang,sebab kalau tidak dirawat atau diperbaiki kemungkinan akan ambruk sebab dua jembatan itu sudah cukup tua usianya, maka perlu dirawat karena dua jembatan itu sering digunakan oleh masyarakat untuk menjalankan aktivitas keseharian dan menunjang perekonomian.

Dengan dirawat itu jelas dua jembatan ini akan tetap kokoh sehingga sampai saat ini masih bisa dilalui masyarakat dalam mejalankan aktivitas kesehariannya.

Dengan adanya laporan LSM terkait permasalahan itu  “Kami dipanggil oleh pihak penyidik khusus Polda Sumsel untuk menjelaskan terkait laporan itu dan pihak kita sempat dilakukan penyelidikan. Namun sama sekali tidak terbukti,”katanya.

Karena memang tidak ada pembangunan dua buah jembatan itu.

“Baru sekarang dianggarkan,”jelasnya

Dia menambahkan ” Yang ngadukan aku, kepihak berwajib itu tetap saya doakan yang baik-baik semoga mereka berumur panjang dan rajin beribadah dengan kekuatan doa itu mereka akan sadar,walaupun dia menzolim kami tetap di doa yang baik,”pungkasnya. (Rahman – Wardoyo)

Bagaimana Menurut Anda?