BANYUASIN, Buanaindonesia.com -Petani Karet diwilayah Kabupaten Banyusin, terkhusus di Kecamatan Banyuasin III kian merasa terpuruk, pasalnya, harga getah karet diwilayah tersebut saat ini kian merosot di angka Rp 3000 per kilonya.
Sedangkan, berdasarkan penuturan warga, harga tersebut tak sebanding dengan kian melambungnya harga sembako dan bahan pangan lainnya.
“Kami sebagai warga sangat sedih sekali dengan kondisi saat ini. Sebab harga karet yang kami andalkan sangat murah sekali, sedangkan biaya hidup begitu mahal,”Jelas Fatimah (33) Warga sekitar, Rabu, (24/02).
Menurut Fatimah, merosotnya harga karet tersebut bukan perkara baru, karena sudah berlangsung hampir dua tahun ini.
Dengan keadaan tersebut, Fatimah menuturkan, pemerintah hanya mentup mata. “Kami sebagai masyarakat kecil merasa sangat tidak diperhatikan oleh Pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Pusat. Sebab harga karet yang sehari-hari yang kami andalkan sebagai mata pencaharian sampai sekarang semakin merosot, mau makan apa lagi kami kalau harganya semakin anjlok. Dengan begitu dirinya meminta kepada pemerintah untuk memperjuangkan harga karet warga agar kembali mahal,”Ujarnya.
Terpisah, Salah satu Tengkulak komoditi karet yang tidak mau disebutkan namanya ketika di temui saat membeli karet warga mengatakan dirinya tidak bisa melakukan pembelian dengan harga lebih dari harga Rp. 3000 sebab harga tersebut memang berasal dari pabriknya.
“Memang dari Pabriknya harganya begitu, jadi kita tidak bisa membeli karet warga dengan harga mahal.”jelasnya.
Hingga saat ini, lanjutnya, kami kurang tahu apa sebab anjloknya harga karet tersebut, “Namun hal ini peran penting bagi pemerintah untuk memperjuangkan harga karet sangat penting. Sebab menyangkut hajat hidup masyarakat Luas.”tukasnya.
Editor : juan










