Bupati Ditangkap KPK, Pewarta di Banyuasin Syukuran

14.542 dibaca

BANYUASIN, Buanaindonesia.com -Mewujudkan rasa syukur atas tertangkapnya Yan Anton Ferdian atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Para wartawan di Banyuasin menggelar aksi damai. Makan bersama di Kantor Bupati Banyuasin serta menabur beras kunyit yang telah dipersiapkan oleh awak media dari rumah sebagai bentuk Nazar.

Selain itu sebagian dari anggota PWI Banyuasin ini mencukur habis rambut di Kepalanya sebagai simbol melepaskan kegembiraan.

Advertisement

” Kami hari ini melakukan syukuran atas tertangkapnya Yan Anton Ferdian oleh KPK, bersama-sama kami makan di Kantor Bupati ini sebagai wujud syukur kami. Rambut ini disimbolkan sebagai mahkota, pimpinan diibaratkan mahkota, dengan tertangkapnya pimpinan yang selama ini mengkotak-kotakan media dan tidak membawa dampak positif bagi rakyat, mencukur rambut menyimbolkan hilangnya pemerintahan dari Dinasty yang kami sebut Dinasty Ming, ” Ucap Nachung Tadjudin saat dibincangi Buanaindonesia.com, Kamis, 15 September 2016

Senada diungkapkan Armadi ,  . Menurutnya Pers atau media merupakan pilar keempat demokrasi.

“Pers merupakan pilar keempat dari demokrasi Indonesia, dengan Yan Anton Mengkotak-kotakan media maka sama dengan dia mengabaikan Pilar keempat tersebut, dengan demikian rekan-rekan dari media sangat bersyukur sekali atas tertangkapnya Yan Anton ini,”tukasnya.

Bagaimana Menurut Anda?