Usai Yan Anton terkena OTT, Belasan Pendekar Kumpul Akan Bertarung

18.846 dibaca

BANYUASIN, Buanaindonesia.com – Para pendekar dari 16 perguruan pencak silat dibawah naungan IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) berkumpul bersama dikediaman Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman, yang juga merupakan Ketua IPSI Kabupaten Banyuasin Drs, H. Indra Hadi.

Berkumpunya para pendekar ini tidak ada kaitanya dengan tertangkapnya Yan Anton dalam oprasi tangkap tangan KPK. Namun membahas masalah persiapan untuk mengikuti kejuaraan porprov ke IXX (Sembilan belas) di Kabupaten Muara enim Sumsel.

Advertisement

Ke -16 Perguruan tersebut diantaranya, Padepokan Kera Sakti, Kuntau Solihin, PSHT Banyuasin dan lain-lain. Indra Hadi, Ketua IPSI Banyuasin mengaku optimis pendekar yang akan mewakili Banyuasin dapat meraih medali emas. Selain optimis atas raihan medali, dirinya juga optimis seni bela diri tradisional bisa berkembang dan terus eksis.

“Hari ini kami bersama-sama berkumpul untuk melakukan persiapan menghadapi Porprov 2017 yang ke IXX nantinya akan diadakan di Kabupaten Muara enim , dengan menerjunkan beberapa pendekar andalan kita, sebenarnya kita maunya mengirimkan semua atlit namun karena kekurangan pendanaan dari Pemerintah kita kemungkinan akan kita kurangi Atlit yang berlaga”Ucap Efendi Ketua Pembina IPSI Kabupaten Banyuasin saat dibincangi. Buanaindonesia.com, Sabtu. (17/09/16).

Dirinya menambahkan, atlit yang berlaga mewakili Banyuasin diprioritaskan asli putra dan putri Banyuasin.

“Kita kirimkan asli pemuda dan pemudi Banyuasin yang mempunyai KTP ali Banyuasin, walaupun mereka keturunan jawa ataupun bugis tetap mereka kita berangkatkan agar pengalaman mereka bertambah”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum IPSI Kabupaten Banyuasin Drs. Indra hadi, mengaku optimis dengan pendekar yang akan dikirim ke Porprov nanti.”Kami optimis dengan SDM yang ada, kami yakin putra dan putri kita bisa mengharumkan nama Banyuasin.” ucapnya.

Dirinya menambahkan, selain optimis dengan raihan para pendekarnya, Indra hadi juga berusaha melesatrikan budaya seni bela diri asli Indonesia.

“Kita dari IPSI Kabupaten Banyuasin bukan hanya mengharapkan raihan medali, namun kita berusaha membuat eksitensi seni bela diri asli Indonesia yang menjadikan Negara Indonesia ini merdeka, sebab para pejuang kita dahulunya dengan gagah berani melawan belanda dan jepang menggunakan senjata bambu runcing dan Seni bela diri tradisional, “ujarnya.

Dengan kurangnya minat para pemuda Banyuasin mempelejari ilmu seni bela diri tradisional, dirinya mengaku sangat prihatin.

“Saya prihatin dengan kondisi saat ini, sebab saat ini belum begitu banyak para pemuda dan pemudi kita yang berminat mempelejari seni bela diri tradisional asli indonesia ini, maka saya pribadi akan berusaha menghidupkan dan terus mempromosikan warisan budaya Indonesia agar tetap lestari”tukasnya.

Bagaimana Menurut Anda?