
Hari ini, Kamis 17 Nopember 2016, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang, mengadakan rapat paripurna, dengan agenda Jawaban Walikota Palembang terhadap pemandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Kota Palembang terhadap penyampaian Rancangan Peraruran Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Palembang tahun anggaran 2017. Rapat digelar di gedung DPRD Kota Palembang, Jln Gubernur H.Bastari, Jakabaring No 2 Palembang.
Adapun jawaban, tanggapan dan penjelasan Walikota Palembang diantaranya sebagai berikut :

Pertama, menjawab pertanyaan Fraksi Partai Demokrasi Perjuangan (PDI-P) (Ir. Misobah). Terkait perencanaan penggunaan anggaran agar dilaksanakan secara transparan, maksimal, efektif dan efesien dan pelaksanaannya harus tepat waktu. Hal tersebut akan menjadi perhatian serius dalam pelaksaan.
Kedua menjawab Fraksi Demokrat, (Aldestar), soal aksi demo yang dilakukan oleh pedagang tradisional, agar memperhatikan nasib para pedagang agar aksi penolakaan dan mogok berjualan tidak terjadi lagi.
“Waktu itu pedagang belum memahami sistem yang diterapkan sehingga merasa keberatan atas kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah,”kata Harnojoyo.
Ketiga Fraksi Partai Golkar, (M.Syafran), menyarankan untuk melaksanakan pembangunan berskala prioritas sesuai dengan kondisi keuangan.
“Pemerintah Kota sudah melaksanakan, memperhatikan RP

JP, RPJM, hasil Musrenbang, Renstra untuk mewujudkan Visi dan Misi Kota,”ujarnya.
Keempat Fraksi Gerindera (Nazili) mempermasalahkan restribusi parkir di titik-titik tertentu yang melebihi ketentuan
yang memberatkan pengguna parkir. Harnojoyo akan menindaklanjuti, “Pungutan diluar ketentuan sudah tergolong tindak pidana,”jelasnya.
Kelima Fraksi Kebangkitan Bangsa (Antoni Yuzar), dalam pembangunan infrastruktut perlu adanya pengawasan berlapis serta peningkatan kualitas pekerjaan agar tidak rusak dalam masa waktu lima tahun.
Keenam Fraksi NasDem (Zulkendari) menyarankan agar PU Bina Marga untuk dapat meningkatkan kinerjanya dalam pembangunan jalan, saluran air yang banyak tersebumbat ketika hujan datang.
Ketujuh Fraksi Keadilan Persatuan (Adi Apriliansyah) menyarankan untuk meningkatkan fasilitas dibidang pariwisata mengingat potensi pariwisata kedepan akan bisa mendongkrak APBD.
Kedelapan, Fraksi Hanura, Amanat Nasional Bulan Bintang (Ade Victoria), menyoroti masalah PDAM Tirta Musi Palembang mengalami penurunan yang sangat signifikan dan pemasangan baru yang belum bisa diatasi (ADV)








