Ditengah Musim Hujan Petani Daerah ini Malah Kekeringan

15.740 dibaca

petani

BUANAINSUMSEL, MUARA ENIM – Meski belum genap satu bulan pasca tanam, puluhan hektar tanaman padi milik para petani di Desa Kepur Kecamatan Kota Muara Enim, tepatnya di areal persawahan tadah hujan Ataran Ulak Himbe kawasan Islamic Center saat ini dilanda kekeringan. Jika tidak segera turun hujan dalam waktu dekat, dipastikan tanaman tersebut akan mati dan mengalami gagal panen.

Advertisement

Berdasarkan pantauan dilapangan, tanaman padi yang mengalami kekeringan mencapai sekitar 10 hektare dari luas lahan 50 hektar sawah tadah hujan. Saat ini, hampir semua petak sawah tanahnya sudah retak-retak, demikian juga pada tanaman padi sudah mulai menguning karena tidak menyerap air.

“Kondisi sawah yang mengalami kekurangan air tersebut sudah berlangsung hampir tiga minggu sejak pasca tanam, semestinya usia tanaman padi yang baru sekitar satu bulan sekarang ini sangat membutuhkan air sebab saat ini sedang dalam masa pertumbuhan, “ tutur Zahri (50) salah seorang petani sawah setempat, Kamis (22/12/16).

Sebenarnya, ungkap Zahri, pemerintah setempat melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hultikultura Kabupaten Muara Enim, sudah membangun mesin pompa di pinggir sungai lematang yang dialirkan melalui pipa ke bak penampungan untuk didistribusikan ke petak-petak sawah.

Namun, kondisi tersebut tidak sebanding dengan biaya perawatan dan biaya operasional yang harus dikeluarkan petani. Oleh karena itu, para petani merasa keberatan. Dimana, untuk mengoprasikan mesin pompa tersebut harus mengeluarkan biaya untuk membeli bahan bakar.

“Kita para petani tidak sanggup untuk untuk menggunakan pompa yang disediakan oleh pemerintah. Karena biaya perawatan dan operasional yang harus kita keluarkan cukup tinggi,” keluhnya.

Bagaimana Menurut Anda?