BUANAINDONEAIA.COM, SUMSEL – Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) menyelenggarakan seminar letirasi Media sebagai upaya cegah dan tangkal Radikalisme dan Terorisme di masyarkat dalam tema Literasi media cegah dan tangkal Radikalisme dan Terorisme di Ballorom hotel Aryaduta palembang,
Acara dibuka oleh Ir. H. Isak mekki MM selaku Wakil Gubernur sumatera selatan. Menghadirkan narasumber atau pembicara Brigjen Pol Drs. Hamidin ( Direktur Pencegahan BNPT) ,Drs. Uzirman Irwandi , MM (Ketua FKFT Provinsi sumatera selatan ) Imam Wahyudi (Dewan Pers Indonesia) H. Lukman Bandar (Dewan Pers Wartawan Indonesia).
Ir. H. Ishak Mekki dalam sambutanya mengatakan, Saat ini kita ketahui mudah sekali mendapatkan berita hoak dimedia masa dan media online, untuk itu kita harus bisa membedakan berita yang benar atau hanya berita hoak.
Dikatakan Ishak, meskipun Di sumatera terlihat tenang, namun tidak menutup kemungkinan akan ada pelaku teror dan terorisme berkembang di sumatera selatan, “untuk itu kita bersama – sama menjaga , mengantisipasi , deteksi dini dan mengamankan daerah lingkunagan kita dari pengaruh radikalisme dan terorisme, bila ada yang mencurigakan laporkan kepada pihak Polri dan TNI untuk mengambil tindakan secepatnya.”Harap Ishak.
Sementara itu, Brigjen Pol Drs. Hamidin menambahkan, Saat ini ada pergeseran yang sangat siknifikan dari sisi teknologi dan sisi media, dimana kita dengan mudah mencari informasi dari media elektronik seperti handfone, yang sangat berpengaruh terhadap penyebaran terorisme dikakalangan masyarakat.
“Radikalisme tumbuh berkembang bukan di sekolah, dijalanan, maupun di kelompok tetapi tumbuh didekat kita dan keluarga kita, mari kita menjaga kelurga kita dan lingkungan kita, kita harus peduli dan aktif terhadap lingkungan sekitar kita dari pengaruh radikalisme dan tetorisme.”pintanya.
Senada juga dikatakan Imam Wahyudi. Menurutnya, saat ini masyrakat sangat mudah mencari informasi, apalagi saat ini handfone sudah dilengkapi dengan internet yang setiap saat bisa gunakan,
“Saat ini kita ketahui banyak berita hoaks yang menyebar diseluruh masyarakat, karnanya, sangat dibutuhkan teman – teman media untuk tidak memberikan berita yang tidak benar.”tandasnya.
Lukman Bandar mengatakan
Perlu kita ketahui bahwa media tidak semuanya idefenden hanya sekitar 40% (20% hitam dan 20% putih) saja yang idefenden sisanya abu – abu, yang punya kepentingan masing – masing untuk membesarkan medianya.
Terkadang pemilik media sendiri dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan pegawai media seperti gaji dan oprasional lainnya, hal ini yang membuat media saat ini banyak yang abu- abu.
langkah – langkah untuk menangkal berita hoak dengan melakukan pembuatan peraturan terhadap seluruh pers dan juga mengecek seluruh media mana yang mendapat izin dan yang belum, juga kita bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan pencegahan penyebaran berita hooak, jadi kepada seluruh masyarakat apabila ada berita tidak benar mengenai anda atau yang lainnya silakan mengadu dan laporkan kepada Dewan pers.beber imam wahyudi








