Jembatan Gantung Rusak, Hasil Panen Susah Diangkut

9.701 dibaca
jembatan gantung rusak
Warga menunjukan jembatan gantung rusak

jembatan gantung rusak
Warga menunjukan jembatan gantung rusak

MUARA ENIM, Buanaindonesia.com- Petani di Desa Padang Bindu Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim mengeluh sulit mengeluarkan hasil buminya karena jembatan gantung di desanya mengalami rusak berat.

Advertisement

Para Petani terpaksa harus mengangkut hasil panennya dengan cara memikul dan berjalan kaki berkilometer menuju desa mereka. Karena papan jembatan gantung yang setiap hari dilalui tidak layak lagi digunakan, seperti papan jebol, papan ilang, serta tali pengikat yang sudah usang.

Oleh karena itu, para petani dan warga setempat meminta kepada Pemkab Muara Enim untuk membuatkan jembatan baru yang permanen. Dimana, kendaraan roda dua dapat melintasi untuk mengangkut hasil bumi para petani.Dikatakan petani setempat.

Insralan (55), warga setempat mengatakan jembatan gantung yang ada di desanya itu kondisinya mengalami kerusakan. Terutama papan bagian bawah telah banyak yang lepas, patah, dan berlubang. hal ini, membuat masyarakat sekitar yang akan menyebrang melalui jembatan ini harus ekstra hati hati. Dimana, ketika akan melewati papan yang telah berlubang, salah berpijak nyawa taruhanya.

“Perbaikan selama ini dilakukan oleh warga, kami mengadakan pupuan Rp 50 ribu perbidang. Uang tersebut kami gunakan untuk membeli papan, mengganti lantai jembatan yang rusak,” ucap Insarlan, Selasa (02/06/2015).

Ditambahkan warga lain, Lapin (32), akibat jembatan kayu rusak, para petani di desanya kesulitan mengeluarkan hasil panen. Menurut dia, sebagian besar warga di desanya adalah petani, seperti petani kopi, karet, dan duku. Oleh karena kendaraan roda dua tidak dapat lagi melintas, maka membuat aktivitas warga terganggu.

“Pernah terjadi, buah duku panen warga sampai membusuk sebelum dijual. Lantaran motor yang akan membawa buah duku itu tidak dapat masuk sampai kebun warga. Kami meminta pemkab Muara Enim dapat membuatkan jembatan permanen,”terang dia.

Sementara itu, Camat Tanjung Agung Drs Rahmat Noviar MSi, melalui Sekretaris Camat Drs Kodrian  mengatakan, warga dapat melaporkan kondisi jembatan tersebut terlebih dahulu kepada pemerintah desanya. Hal itu dapat menjadi usulan pembangunan desa ke Pemkab Muara Enim melalui kecamatan Tanjung Agung.

“Warga dapat melaporkan kepada Kepala Desa setempat, untuk diusulkan perbaikan ke Pemkab Muara Enim, melalui pemerintah kecamatan,” ucapnya. (Siswanto)

Bagaimana Menurut Anda?