Warga Desa Pinang Banjar Dan Sungai Lilin Tuntut Ganti Rugi Dampak Proyek Pipa Pertamina Gas

19.879 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID – MUBA – Warga Desa Pinang Banja M.Ali bin Mahakil (65) Rt 02 RW 01 Desa Pinang Banjar dan Muhammad Husin , Edi Gombloh (Bengkel ) Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin ( Muba) menuntut Penyelesaian ganti rugi lahan serta krusakan barang -barang diantaranya Lantai Keramik rumah pecah. Serta banyaknya kotoran lumpur limbah yang diduga merupakan bahan berbahaya. yang di sebabkan oleh Pengeboran HDD ( Horizontal Directional Drilling) serta pemasangan pipa milik Pertamina Gas (PERTAGAS) oleh konsorsium Rekind Wahana karsa Swandiri (KRW ).di Desa Pinang Banjar dan sungai Lilin.

Selain lahan dan barang barang warga,  kerusakan juga menimpa Masjid Nurul Iman yang berada di pinggir sungai Dawas Desa Pinang Banjar. Bahkan masjin ini Nyaris Roboh , miring condong ke samping kiri , karna tanahnya ambles akibat Pengeboran Hdd pipa Pertagas oleh Project Perusahaan milik Negara Konsorsium Rekind Wahanakarsa Swandiri ( KRW ).

Advertisement

Menurut keterangan yang dihimpun
dari Sekertaris Desa Pinang Banjar ,
Cek Yan Efendi .SE, Hasil audit dari Kabupaten ,mau di ganti rugi sebesar Rp 11.000.000,- Namun warga menolak. Karna, belum sesuai, dan hingga saat ini belum di selesaikan oleh pihak yang terkait,

“Belum, warga yang lainnya barang-barang berharganya terkena proyek pipa gas hingga saat ini belum diberikan ganti rugi,” kata Banhar”.

“Segala proyek apapun yang berdampak terhadap masyarakat, maka pelaksanaanya harus beres dulu. Di luar perizinan, warga yang terdampak proyek harus diklirkan terlebih dulu, baik berupa ganti rugi maupun kompensasi”. papar Banhar.

Namun faktanya, sambung Bayar, hingga proyek pemasangan pipa yang dikerjakan oleh KRW ( Konsorsium Rekind Wahana Swandiri ) Selesai , para korban belum diberikan haknya. “Baru beberapa warga saja yang dikasih. Sedangkan yang lain nya warga Kelurahan Sungai Lilin dan Desa Pinang Banjar yang lain belum diberikan haknya,” ungkapnya.

Karena itu, kata Banhar warga menagih janji Pertamina Gas. Berdasarkan kesepakatan antara pihak Pertamina Gas dengan warga saat sosialisasi, bahwa ganti rugi yang diberikan kepada warga korban proyek Pertamina Gas yang terkena akibat Dampak Pekerjaan Pengeboran Pipa Gas , akan di ganti kerugiannya “Karena belum dikasih, warga Desa Pinang Banjar dan Sungai Lilin terus akan menagih, sampai kapanpun”. terangnya

“Langkah ini dilakukan karena warga takut , Pertamina Gas lepas tanggungjawab setelah pemasangan pipa Gas telah rampung dan selesai Saya kekhawatiran warga setempat, kalau pihak proyek akan kabur setelah proyek rampung. Sehingga warga Desa yang Terkena Dampak Pengeboran Pipa Gas( Ngaplo )tidak mendapatkan hak mereka”. ternyata

Bagaimana Menurut Anda?