Askolani Tegaskan Pengurus Olahraga Harus Rajin Lakukan Pembinaan

10.965 dibaca
Bupati Banyuasin H. Askolani SH, MH (kanan) membuka turnamen catur
Bupati Banyuasin H. Askolani SH, MH (kanan) membuka turnamen catur

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN  -Bupati Banyuasin H Askolani SH MH membuka Turnamen Catur Cepat Bupati Cup 1 Kategori, SD, SMP, SMA di Mess Pemkab Kabupaten Banyuasin. Sabtu 27-Juli-2019.

Turnamen ini di ikuti 201 peserta, terdiri dari SD 35 peserta, SMP 36 peserta, SMA 70 peserta dan umum 60 peserta kejuaraan dibuka langsung oleh Bupati Banyuasin. H. Askolani, SH. MH, dengan dihadiri oleh Ketua umum Percasi Banyuasin, H. Salni fajar, Ketua KONI Banyuasin. H. Hazairin zabidi. Dan ratusan peserta yang akan berlaga diharapkan dari Kejuaraan yang digelar stok atlit catir di Banyuasin banyak dan bisa diandalkan diberbagai event penting.

Advertisement

“Kita hari ini menggelar kejuaraan Catur mulai dari tingkat Dasar hingga Umum, tujuannya yang jelas untuk pembinaan dan seleksi atlit catur yang ada di Banyuasin,” Ucap, H. Salni fajar. Saat dibincangi, Sabtu. 27/07/19.

Dilanjutkannya, Para juara selain dapat medali juga dapat uang pembinaan. “Dengan turnamen ini diharapkan muncul bibit-bibit atlet catur yang bertalenta dan bisa mewakili Kabupaten Banyuasin dalam event regional, nasional bahkan internasional.” Ujarnya.

Bupati H Askolani dalam sambutannya menekankan agar semua cabang olahraga untuk melakukan pembinaan atlet-atlet asal Kabupaten Banyuasin sendiri. “Saya tidak pernah mengizinkan bahkan mengharamkan cabor untuk mengambil atlet daerah lain untuk mewakili Kabupaten Banyuasin dalam berbagai ajang perlombaan. ” Ucapnya.

Ditegaskan Askolani, Banyuasin sangatlah luas dan banyak para remaja yang bertalenta agar sekiranya pengurus Olahraga di Banyuasin terus melakukan pembinaan sehingga terus lahir atlit berbakat. “Anak-anak Banyuasin banyak yang bertalenta dan bermental juara, kita manfaatkan dan tinggal pembinaan berjenjang saja. Dan perlu di catat, tidak di perbolehkan pakai atau sewa atlet daerah lain. Walaupun juara harapan tapi itu atlet kita sendiri rasanya lebih enak dibanding juara I tapi atlet daerah lain,” tegasnya.

Bagaimana Menurut Anda?