BUANAINDONESIA.CO.ID PALEMBANG – Suasana gemerlap di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang pada Jumat malam (31/07/2026) menjadi saksi momen membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Banyuasin. Dalam malam Grandfinal Pemilihan Putri Sriwijaya 2026 yang penuh dengan ketegangan dan harapan, nama Siti Nur Azizah bergaung di panggung utama. Gedis asal Banyuasin ini berhasil memikat perhatian para juri hingga akhirnya dinobatkan sebagai “Putri Berbakat”, sebuah raihan istimewa yang langsung mengharumkan nama daerah asalnya di tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Acara yang menjadi ajang adu bakat dan wawasan bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. Edward Candra, MH. Sejak awal pembukaan, aura semangat dari para peserta dari berbagai penjuru daerah sudah terasa menggebu. Keberhasilan Siti Nur Azizah menembus deretan pemenang tentu bukan perkara mudah, melainkan buah dari kerja keras dan potensi besar yang ia pancarkan sepanjang karantina hingga malam puncak.
Dukungan penuh dan rasa bangga mengalir hangat dari jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani Putri, Plt. Sekretaris Dinas Pariwisata Banyuasin, Mat Rusik, SE., MM., yang hadir langsung didampingi Kabid IKP Diskominfo Banyuasin, Titin Yariyanti, S.Pd., M.Si., tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Mat Rusik menyampaikan ucapan selamat yang mendalam atas pencapaian berharga ini, seraya berharap Siti Nur Azizah dapat terus menjaga konsistensi untuk membawa nama Banyuasin bersinar lebih terang, baik di kancah regional maupun nasional.
Lebih dari sekadar memegang gelar piala dan selempang kemenangan, Siti Nur Azizah kini mengemban amanah penting. Mat Rusik menekankan bahwa sebagai Putri Berbakat yang terpilih, ia diharapkan mampu menjadi wajah representatif Kabupaten Banyuasin dan Sumatera Selatan. Di era modern ini, peran tersebut dituntut tidak hanya lewat interaksi dan komunikasi langsung di lapangan, tetapi juga melalui kepiawaian memanfaatkan media digital yang kini menjadi garda terdepan dalam mengenalkan serta mempromosikan keunggulan daerah ke khalayak luas.
Langkah Siti Nur Azizah dan para peserta lainnya pun mendapat penegasan makna dari Sekda Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra. Dalam pandangannya, ajang Putra Putri Sriwijaya ini sejatinya bukanlah panggung kompetisi fisik semata, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menjadi duta pariwisata dan kebudayaan. Sumatera Selatan sangat membutuhkan sosok pemuda-pemudi yang tak hanya berwawasan luas dan berkarakter kuat, namun juga memiliki kecintaan mendalam terhadap akar budaya daerahnya sendiri agar siap tampil menjadi wujud terbaik daerah di tingkat nasional hingga internasional.
Perjuangan Siti Nur Azizah di panggung malam itu terasa kian manis mengingat ketatnya persaingan yang harus ia lalui. Seluruh finalis yang menginjakkan kaki di babak grand final merupakan representasi putra-putri terbaik yang disaring ketat dari 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Mereka tidak hanya dinilai dari keindahan penampilan luar, tetapi juga diuji secara mendalam mulai dari wawasan kebudayaan, etika berbahasa, kemampuan berkomunikasi di depan umum, hingga sejauh mana kepedulian nyata mereka terhadap pelestarian tradisi tanah kelahiran.










