Desa Petaling Kelola Pabrik Pelet kerja sama dengan LIPI Subang

20.508 dibaca
Desa Petaling Kelola Pabrik Pelet kerja sama dengan LIPI Subang
Foto Bersama Tim LIPI Subang usai Survey Pabrik Pakan Ikan desa Petaling

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA-Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa, meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan Pendapatan Asli Desa. Desa Petaling kecamatan Lais kabupaten Musi Banyuasin memanfaatkan pabrik pakan ikan yang ada didesa tersebut melalui BUMDes-nya, bekerja sama dengan LIPI Subang.

Kerjasama dilakukan di halaman Pabrik pakan ikan desa Petaling kecamatan Lais, jumat (29/9/17), dihadiri langsung Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna kabupaten Subang provinsi Jawa Barat Dr Ir Yoyon Ahmudiarto MSc beserta stafnya, Kepala Dinas PMD Muba diwakili Kepala Bidang PM dan TTG  Sahidi Spd MSi dan staf, camat Lais diwakili Sekcam Lais Marsofi SKM MM, Kepala Desa Petaling Drs Edy Safari dan perangkat, serta perwakilan masyarakat desa Petaling.

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna kabupaten Subang provinsi Jawa Barat Dr Ir Yoyon Ahmudiarto MSc memberikan apresiasi atas inisiatif pemerintah desa Petaling dalam hal pemanfaatan fasilitas pabrik pakan ikan yang telah dibangun pemerintah kabupaten Musi Banyuasin tersebut.

Kedatangan dirinya dan tim LIPI Subang di Muba untuk melakukan kerjasama, salah satunya masalah pakan ikan dan pengolahan ikan di desa Petaling, “Kita hanya sebatas teknis, termasuk persiapan tenaga ahli dari LIPI. Peralatan yang ada akan dicoba terlebih dahulu untuk pembuatan pakan apung sesuai dengan permintaan masyarakat disini, bahan baku dan tehknik pengolahan akan dipermentasikan terlebih dahulu kemudian baru dipanaskan sehingga setelah dipanaskan terjadilah gelatinisasi dan mudah-mudahan bisa mengapung” jelasnya.

Sementara, menurut Kepala Dinas PMD kabupaten Musi Banyuasin melalui Kepala Bidang PM dan TTG Sahidi Spd MSi mengatakan, kedatangan dari Tim Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna LIPI Subang karena sebelumnya,  (28/9/17) kabupaten Musi Banyuasin berhasil mendapatkan penghargaan Widigdapura oleh Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna LIPI (PPTTG-LIPI) dan menjadi Kabupaten satu-satunya di Indonesia yang berhasil meraih penghargaan tersebut di tahun 2017.

Kemudian, dilanjutkan dengan adanya MoU antara pemerintah kabupaten Musi Banyuasin dengan LIPI Subang, Sahidi mengharapkan kerjasama tersebut dapat berkelanjutan. Salah satunya memfungsikan pabrik pakan ikan yang ada di desa Petaling melalui program BUMDes Petaling. “Alhamdulillah sebelumnya sudah ada kerjasama pemerintah daerah dengan LIPI, salah satunya pembuatan pakan ikan patin di desa Petaling, sehingga harga pakan dapat ditekan dan menguntungkan masyarakat,” jelasnya.

Terpisah, kepala desa Petaling Edy Safari menjelaskan, kebutuhan pakan ikan di desa Petaling cukup besar karena jumlah kerambah yang ada saat ini sebanyak 1400 kerambah, belum lagi kerambah yang ada di tiga desa tetangga seperti desa Rantau Keroya, desa Teluk Kijing I dan desa Teluk Kijing II. Oleh karena itu, dirinya berusaha memanfaatkan program BUMDes untuk mengelola pabrik pakan ikan yang ada di desa Petaling.

Dirinya berharap, tenaga skill dari pihak LIPI dapat memberikan pelatihan kepada kelompok tani dalam pembuatan pakan ikan, dengan demikian harga pakan jauh lebih murah dari harga pasar dengan kualitas yang baik.  “Pabrik pakan ikan sudah ada di desa Petaling, kebutuhan pakan untuk desa Petaling cukup besar setiap bulannya, jadi melalui BUMDes sudah selayaknya kita dapat memenuhi kebutuhan lokal pakan ikan,” jelasnya.

Lebih lanjut Edy mengatakan, program ini selain dapat menekan biaya peternakan ikan juga dapat menyerap tenaga kerja lokal dan mengurangi pengangguran, sehingga ekonomi masyarakat desa Petaling terbantu, “untuk program jangka panjang, jika BUMDes sudah berjalan dengan baik, maka masyarakat desa Petaling diwajibkan beternak ikan patin. Bagi masyarakat yang tidak mampu direncanakan diberikan tangkaran, diberikan bibit termasuk pakan, setelah mereka panen mereka harus bayar,” jelasnya.

Bagaimana Menurut Anda?