Gempur Miskin Bakal Diterapkan Di Muratara

17.182 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, TABANAN – Usai kunjungan ke Kabupaten Banyuwangi, tim Pemkab Muratara melanjutkan lawatannya di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Kamis hingga jumat (28/29/2017)

Dalam kunjungan kali ini Pemkab Muratara mempelajari program Kabupaten Tabanan yang menelurkan prestasi tingkat nasional  yakni Gempur desa Dan Gempur Miskin yang memperoleh Penghargaan Pangripta Nusantara. Salah satu penghargaan Bappenas Republik Indonesia Di bidang perencanaan pembangunan.

Advertisement

Asisten II Kabupaten Tabanan,  I Wayan Miarsana mengatakan program Gempur desa dan gempur miskin merupakan program mengantarkan Kabupaten tersebut memperoleh penghargaan dari Bappenas RI sebagai Kabupaten terbaik dalam hal perencanaan pembangunan daerah.

Dijelaskannya, Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) tahun 2017 Kabupaten Tabanan,  yakni sebesar Rp 1,847 triliun, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 327,4 M. Dimana APBD lebih dioptimalkan dibidang pertanian dan peningkatan kesejahteraan serta sumber daya manusia para aparatur negeri sipil di pemerintahan Kabupaten Tabanan. “APBD sebagian besar untuk pertanian dan kesejahteraan ASN, dan kebutuhan infrastruktur penunjang pertanian, dan tidak boleh dipakai untuk membuat jalan Kabupaten. Karena untuk pembuatan jalan itu harus bersumber dari anggaran Provinsi maupun pusat dari upaya Kepala OPD maupun legislatifnya,”terangnya saat menyambut rombongan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)  saat melakukan kunjungan kesana.

Selanjutnya,  hari ini (Kemarin,red) rombongan Pemkab Muratara kembali melanjutkan kunjungan ke masing-masing OPD. Pasca melaksanakan visitasi atau kunjungan kerjanya, selanjutnya rombongan berpamitan dengan dilepas oleh Asisten III Sekda Kabupaten Tabanan, I Made Sukada, dalam kesempatan tersebut dirinya menyampaikan terima kasih atas kunjungannya, Harapanya apa yang didapatkan disana menjadi bahan untuk pembangunan di Kabupaten Muratara.

“Sekali lagi terima kasih,  Ini lah potret Kabupaten kami, dengan segala keterbatasan dan kekurangan, mudah-mudahan dapat dikomparasika dengan program Kabupaten Muratara sehingga dapat  menjadi acua guna pembangunan di Kabupaten Muratara,” ungkapnya

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muratara, H Abdullah Maktjik menyampaikan terima kasihnya atas penerimaan Pemkab Tabanan atas kunjungan kerja jajarannya.

Sebagaimana Kabupaten Muratara baru berumur empat tahun, sehingga sangat membutuhkan pengetahuan dan pembelajaran bagaimana memajukan daerah. “Daerah masih sangat baru, sehingga kami sangat memerlukan pengetahuan ilmu, pembelajaran guna peningkatan pembangunan di Kabupaten kami,”ucapnya

Studi ini merupakan brandmarking bagaimana melihat, mempelajari langsung kedaerah yang sudah berhasil,  seperti di Kabupaten Tabanan ini yang merupakan daerah memiliki perencanaan pembangunan terbaik tingkat nasional. “Harapannya dengan belajar langsung ini, Kabupaten Muratara bisa segera bangkit sebagaimana slogan Muratara bangkit,” sebutnya.

Untuk selanjutnya, Abdullah Maktjik menambahkan, pasca melakukan kunjungan langsung, pihaknya akan melanjutkan komunikasi, baik dengan berkunjun kembali. “Tentunya tidak hanya sebatas ini saja, mungkin akan dilanjutkan dengan komunikasi lewat telepon maupun mendatangi kembali,” terangnya.

Harapannya pemerintah Kabupaten Tabanan berkesempatan untuk mengunjungi Kabupaten Muratara. Di Kabupaten Muratara ada objek wisata Danau Raya yang bisa dikatakan miniatur danau Toba, meskipun belum maksimal dalam pembangunan dan pengembangan karena keterbatasan anggara, Selain itu ada objek wisata lain, seperti Goa Batu Napalicin yang sudah dikunjungi oleh wisatawan luar negeri seperti dari Negara Belanda.

“Kami juga menawarkan dan senang hati bila jajaran pemerintahan Kabupaten Tabanan bisa berkunjung ke Kabupaten Muratara,” Sebut H Abdullah Maktjik. (rilis Humas)

Bagaimana Menurut Anda?