PALEMBANG, buanaindonesia.com- Naas nasib yang dialami Ngadini (63) warga kertapati ini, kehilangan 12 suku emas dan uang sebesar Rp.30 juta,setelah dirinya dihipnotis empat pelaku tak dikenal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di Polresta Palembang, kejdian berawal saat, korban yang merupakan instruktur senam dan pengelola salah satu pantia asuhan di Palembang itu berniat pulang ke rumahnya setelah melatih senam di kawasan kambang iwak palembang. Saat itu, seorang pelaku yang mengaku sebagai pegawai bank menghampirinya.
“Pelaku menghampiri ibu, dan mengatakan ingin menyumbang panti asuhan yang dikelola ibu. Tanpa curiga ibu ikut bersama keempat pelaku mengendarai sebuah mobil. Saat di perjalanan, itulah ibu dihipnotis pelaku,” kata salah seorang anak korban yang dikonfirmasi di Mapolresta Palembang saat mendampingi ibunya melapor.
Lebih lanjut diceritakannya, saat mendekati rumah korban, pelaku memerintahkan korban untuk mengambil uang dan perhiasanya. Sementara pelaku menunggu di dalam mobil yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah korban.
“Karena dalam pengaruh hipnotis, ibu pulang mengambil uang panti sebesar Rp. 30 juta dan perhiasan emas seberat 12 Suku yang kemudian diserahkan kepada pelaku. Setelah menerima uang dan perhiasan dari ibu empat pelaku langsung kabur mengendarai mobilnya. Sementara ibu baru sadar kalau dia sudah ditipu setelah satu jam,” katanya.
Kasat Reskrim Polresta Lalembang Kompol Djoko Julianto saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya, saat ini pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap empat pelaku. “Laporan korban sudah kita terima, saat ini kita masih melakukan pengejaran pelaku. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku bisa kita tangkap,” katanya. (tim)







