MUARA ENIM, Buanaindonesia.com- Alif Rizki Saputra (5), bocah warga Jalan Baturaja, Talang Gabus Kelurahan Pasar Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul pada Jumat (05/02/2016) dinyatakan tenggelam di Sungai Enim tak jauh dari rumahnya. Akhirnya ditemukan oleh penambang pasir sungai enim di Desa Kepur Kecamatan Muara Enim pada Sabtu (06/02/2016) pukul 14.00 WIB. Setelah keluarga korban, warga, dibantu SAR, TNI, Polri, PMI, BASARNAS, PTBA, PT PAMA dan pemerintah setempat mencari balita laki-laki yang tengah duduk di Taman kanak-kanak itu.
Informasi yang dihimpun, Senin (08/09/2016), peristiwa tenggelamnya putra pertama dari Agus Salim ini berawal ketika korban bersama kakak sepupunya Aditia Yuda (12) pelajar SMP bersama enam temannya mandi di Sungai Enim yang ada di belakang rumah korban.
Karena korban masih kecil, lalu kakak sepupunya Aditia Yuda menggendongnya bersama teman-temannya menyebrangi Sungai Enim menuju sebuah pulau kecil yang biasa disebut warga Pulau Yahya dengan jarak 20 meter.
Setelah pukul 14.40 WIB, Aditia Yuda bersama teman-temannya hendak pulang, namun mereka tidak melihat korban lagi yang sebelumnya bermain di pinggiran pulau Yahya. Lalu mereka beramai-ramai mencari korban disekitar pulau Yahya, karena khawatir korban tidak bisa berenang, kemudian mereka melaporkan kepada kedua orang tuanya.
Mendengar hal itu, keluarga korban, warga dibantu tim gabungan Koramil, Polsek, BASARNAS, PTBA, dan PT PAMA langsung melakukan pencarian dengan menyisiri sungai. Namun korban tidak kunjung ditemukan.
Selanjutnya pada hari berikutnya, Sabtu (6/2) kembali dilakukan pencarian. Secara tidak sengaja korban ditemukan oleh dua bersaudara pengepul pasir di Sungai Enim yakni Abdulah (52) dan Herion (50) warga Desa Kepur Kecamatan Muara Enim disekitar pangkalan pasir milik Irwanudin sekitar pukul 14.00 WIB.
“Awalnya kami kira kayu, karena timbul tenggelam. Ketika semakin dekat, barulah tahu jika benda tersebut adalah mayat anak laki-laki,”ujar Abdulah dan Herion.
Dikatakan Abdulah, setelah yakin benda tersebut adalah mayat manusia, maka mereka berdua tanpa ragu-ragu langsung mengambil dan mengangkat ke atas perahu yang sedang membawa pasir. Kemudian mayat tersebut dibawa menuju daratan ke pangkalan pasir milik Irwanudin.
Setelah itu dilaporkan ke perangkat desa, Pemkab Muara Enim dan Polres Muara Enim. Saat ditemukan korban mengenakan baju kaos warna biru dan orange dengan gambar dan tulisan boy anak jalanan serta celana pendek.
Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto melalui Kabagops Andi Kumara didampingi Kabag Humas Iptu Arsyad Agus mengatakan, korba mendapat visum dan langsung dibawa keluarga korban untuk dimakamkan.
Editor: Karnadi








