LUBUKLINGGAU, Buanaindonesia.com – Dua tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) Lubuklinggau kabur dan seorang lainnya diduga dilepaskan, dari lima orang yang ditangkap Senin (30/11/15).
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, kedua tahanan yang kabur tersebut adalah Widia (29) dan Lia (32), mereka kabur dengan cara melompat dari lantai II kantor menggunakan selimut dan kain gorden, Selasa (1/12/15) sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah berhasil keluar keduanya berlari menuju jalan besar, namun belum sampai mereka menyebrang Lia tidak sanggup lagi melanjutkan perjalanan dan setelah dicek ternyata Lia mengalami patah kaki sehingga Widia memutuskan untuk menggendongnya ke seberang jalan.
“Kedua cewek itu berlari seperti orang kesetanan sampai menabrak sejumlah pot bunga milik warga,” kata DT, Kamis (3/12/15).
Peristiwa tersebut berawal saat tim dari BNN melakukan penggerbakan disalah satu bedeng di Jalan Perumdam RT 06 Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Llubuklinggau Barat I sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka yang berhasil ditangkap sebanyak empat orang diantaranya, Lia, Widia, Pir Kingkong dan Geri.
“Tidak lama setelah rombongan Widia baru tiba di bedeng, anggota BNN datang menggerbak dan salah satunya adalah Pir Kingkong,”
Petugas hanya berhasil mengamankan satu kantong plastik hitam yang berisikan alat hisap sabu dan barang bukti lainnya. Selanjutnya sekitar pukul 16.30 WIB dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap Yadi di rumahnya, jalan Bengawan Solo Kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara II bersama bong.
Kenyataan yang terjadi usai ditangkap, Pir Kingkong tidak ada di BNN. Bahkan salah satu pegawai disana tidak tahu penangkapan terhadap resedivis narkoba tersebut. “Setahu saya tidak ada tersangka yang namanya itu,” katanya saat ditanyai.
Akan tetapi saksi mata di Tempat Kejadian Perkara (TKP) penangkapan yang pertama, jelas-jelas melihat Pir Kingkong ikut ditangkap bersama dengan teman wanitanya itu.
Sementara itu Kepala BNN, Ibnu Muzakir saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan pihaknya, namun memang belum diekspose dikarenakan masih dilakukan pengembangan.
“Belum dieskpose karena masih dilakukan pengembangan, sebab dari penangkapan sebelumnya tidak ada barang bukti sehingga dikembangkan untuk mencari yang lebih besar,” katanya.
Dirinya juga membantah bahwa dua orang wanita yang sebelumnya telah ditangkap melarikan diri, diakuinya keduanya sengaja dilepaskan.
“Dalam penangkapan empat orang berhasil diamankan. Kedua perempuan tersebut sengaja dilepaskan karena hal ini merupakan salah satu trik dalam melakukan pengembangan kasus,” pungkasnya.








