
MUARAENIM, Buanaindonesia.com – Guna mengurangi penularan penyakit HIV AIDS dilingkungan perusahaan, maka edukasi HIV AIDS perlu dilakukan oleh setiap perusahaan terhadap para karyawannya.
“Jika salah satu karyawan pada suatu perusahaan menderita HIV AIDS, maka akan banyak kerugian dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut seperti pengobatan, asuransi kesehatan dan sebagainya. Oleh karena itu, Edukasi HIV AIDS sangat perlu dilakukan,” tutur Direktur Eksekutif, Indonesian Business Coliation on AIDS (ICBA), Ramdani Sirait saat menjadi narasumber pada acara Gerakan Nasional (Gernas) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun 2016 PT Bukit Asam (Persero) Tbk, Rabu (17/02/2016).
Dikatakannya, HIV dan AIDS adalah dua hal yang berbeda karena HIV adalah virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Sedangkan AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV.
Saat ini, lanjut Ramdani, banyak pengidap penyakit HIV-AIDS yang tidak terdeteksi karena masih ada penilaian sebagai penyakit kutukan sehingga malu mengakui telah terinfeksi HIV.
“Terjadinya penularan HIV dapat melalui seksual berisiko, dapat melalui ibu hamil positif HIV ke bayinya, melalui pemakaian alat suntik tidak steril secara bergantian dengan orang positif HIV dan melalui transfusi darah yang tercemar HIV,” ungkap Ramdani Sirait.
Dengan kemitraan yang baik, tambah dia, maka pencegahan penularan HIV dapat diatasi antara lain dengan tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah, bertindak setia pada pasangan tetap, hindari pemakaian jarum suntik bergantian, selanjutnya memberikan informasi dan pengetahuan yang benar dan lengkap tentang HIV dan AIDS.
“Dengan adanya edukasi diharapkan bisa memproteksi diri kita dan mengedukasi orang lain seperti rekan kerja, keluarga dan masyarakat. Diharapkan juga dengan adanya pemahaman, menjadi tenaga kerja cerdas HIV dan AIDS dengan hindari HIV jangan lakukan hal berisiko terinfeksi,” pungkasnya.
Editor : Juan








