MUARAENIM, Buanaindonesia.com – Dalam rangka memperingati Hari Gerakan Nasional (Gernas) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun 2016 . PT Bukit Asam (Persero) Tbk menyelenggarakan acara Penyuluhan Kesehatan Gernas K3 Tahun 2016 dan CSR PTBA terkait penyakit HIV AIDS dilingkungan kerja, bertempat di Gedung Serbaguna Lantai 4 PTBA Tanjung Enim, Rabu (17/2/2016).
Bertindak selaku narasumber Direktur Eksekutif, Indonesian Business Coliation on AIDS (ICBA), Ramdani Sirait. Turut hadir dalam acara tersebut General Manager (GM) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE) PTBA Suhedi, Camat Lawang Kidul Drs Rahmad Noviar MSi, para undangan dari Periska, pelaksana Posyandu, guru-guru, perangkat desa dan kelurahan, dokter dan para medis serta karyawan PTBA.
Camat Lawang Kidul Drs. Rahmad Noviar dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas partisipasi PTBA dalam mendukung program Pemkab Muara Enim mewujudkan Kabupaten Muara Enim yang Sehat Mandiri Agamis dan Sejahtera (SMAS).
Menurutnya, dengan mengetahui permasalahan kesehatan, khususnya HIV maka diharapkan masing-masing pribadi bisa membentengi diri dan keluarga dari bahaya AIDS.
“Saya berharap kegiatan positif seperti ini tidak hanya melibatkan internal perusahaan saja, tetapi bisa lebih menyentuh masyarakat Lawang Kidul yang berjumlah sekitar 67 ribu orang,” terangnya.
Sementara itu, GM UPTE PTBA, Suhedi menyampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka peringatan Hari Gerakan Nasional (Gernas) K3 yang biasa diselenggarakan setiap tahun. Kali ini diadakan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang bahaya HIV dan AIDS.
Dikatakan Suhedi, bahwa dulu waktu awal-awal penyakit HIV ada, pengidap penyakit tersebut dialami masyarakat menengah kebawah. Tetapi sekarang sudah banyak ditemui pada masyarakat menengah keatas. PTBA khawatir karena sudah banyak karyawan di perusahaan lain yang mengidap penyakit Aids.
“Data kasus HIV-AIDS di Indonesia meningkat 90 persen dan berada pada usia produktif sebanyak 23.512 orang yang berusia antara 25-49 tahun. Dengan penyuluhan kesehatan ini kita berharap para peserta akan tahu dan nantinya bisa menyampaikan kembali ke masyarakat akan bahaya penyakit HIV dan AIDS,” tutup Suhedi.
Editor : Juan










