Gubernur: Peristiwa Tolikara Tidak Boleh Terjadi di Sumsel

10.740 dibaca

HKBP5(1)PALEMBANG, Buanaindonesia.com-Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengungkapkan peristiwa Tolikara tidak boleh terjadi di provinsi ini. Pasalnya, Sumsel merupakan daerah yang kondusif dan kerukunan antar umat beragamanya terjamin terjaga dengan baik.

Hal itu diungkapkan Gubernur saat menghadiri Perayaan Puncak Tahun Perempuan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik XV Sumbagsel di Gereja HKBP Palembang, Jalan Mayor Ruslan, Nomor 3n Palembang, kemarin

Advertisement

Menurut Gubernur, ada dua hal yang sangat dia jaga sejak menjadi Gubernur Sumsel pada tahun 2008. Dua hal tersebut adalah kerusuhan antar etnis dan kerusuhan antar umat beragama. Gubernur menegaskan akan memasang badan untuk dua hal ini.

“Maka dari itu, peristiwa Tolikara tidak boleh terjadi di Sumsel ini,” ungkap Gubernur.

Menurut Gubernur, selaku umat beragama sudah seharusnya setiap warga berkewajiban untuk aktif mendinamisasikan masyarakat dalam upaya memantapkan stabilitas nasional, salah satu diantaranya membina kerukunan antar umat beragama. Hal itu bertujuan agar terpeliharanya kesinambungan pembangunan nasional.

“Pemerintah Provinsi Sumsel sendiri terus mendukung untuk menjaga kerukunan antar umat beragama karena kalau daerahnya rukun satu sama lain mudah-mudahan bisa terjalin hubungan yang harmonis antar sesama umat beragama,” kata orang nomor satu di Sumsel itu.

Gubernur mengajak warga Sumsel untuk hidup rukun dan damai serta menjalin kehidupan dengan penuh kasih. Dengan begitu, masyarakat bisa hidup dengan aman, tentram, dan beraktivitas tanpa ada rasa takut dan penuh kekhawatiran.

“Mari kita hidup dalam damai, mari kita hidup dalam penuh kasih. Saya selaku Gubernur Sumsel mengajak masyarakat Sumsel untuk menjaga ketentraman umat dan daerah di Sumsel,” pungkas Gubernur. (ADV)

Bagaimana Menurut Anda?