BANYUASIN, Buanaindonesia.com – Anjloknya harga komoditi perkebunan seperti karet, ternyata juga berimbas pada harga sawit. Saat ini, sawit rakyat hanya laku dijual Rp 200 hingga Rp 300 perkilogram, padahal setahun yang lalu mencapai Rp 1.200/Kg. Hal ini membuat masyarakat petani sawit di Desa Nusa Makmur Kecamatan Air Kumbang menjerit.
Saiji (50) warga setempat, menurut dia saat ini petani sawit sama menderitanya dengan petani karet. Betapa tidak, komoditi perkebunan mereka saat ini sama sekali tak berharga.
“Kami serba salah, dijual sakit, tak dijual juga sakit. Mau bagaimana lagi, sekarang hanya laku Rp 200/Kg, jauh anjloknya dari sebelumnya yang bisa mencapai Rp 1.200/Kg. Kondisi ini sudah lama berlangsung, sudah lebih setahun lamanya,” akunya.
Senada dikatakan Asep, akibat murahnya harga sawit ini membuat masyarakat menderita. Sementara itu, petani juga tak punya pilihan lain dengan tetap menjual sawit meski harganya murah. Petani berharap agar pemerintah dapat bertindak dengan menstabilkan harga. Mengingat petani sangat menggantungkan kehidupan perekonomiannya dari berkebun sawit.
“Kalau begini terus, bukan tidak mungkin, sawit petani ini tidak laku dijual dan akan membusuk begitu saja. Kita petani berharap agar pemerintah bertindak untuk menstabilkan harga sawit ini,” ujarnya.(muh)







