BANYUASIN, Buanaindonesia.com– Jika sebelumnya sawit petani mengalami keterputukan harga menyusul komoditi karet petani, kini perlahan mengalami peningkatan harga. Jika sebelumnya sawit petani hanya dihargai Rp 250 hingga Rp 300/Kg kini mulai merangkak naik menjadi Rp 500/Kg. Tentunya ini menjadi penyemangat petani untuk tetap mempertahankan lahannya sebagai perkebunan.
Kades Panca Mulya, Mitheli Afrianzah SE menjelaskan jika naiknya harga petani karet ini cukup memberikan harapan kepada petani yang ada di desanya.
Pasalnya, sawit menjadi mata pencaharian guna menjalankan roda perekonomian masyarakat. Dan diapun berharap agar sawit ini terus mengalami kenaikan harga dan mencapai pada level normalnya diangka Rp 1.000/Kg.
“Ya, kemarin sempat anjlok tapi sekarang sudah naik lagi. Alhamdulilah, mudah-mudahan ini terus mengalami perubahan harga, karena anjloknya harga sawit ini sudah lama terjadi. Sama halnya dengan harga karet petani,” ujarnya.
Sebelumnya, kondisi melemahnya perekonomian petani juga dirasakan oleh petani pekebun dj Kecamatan Air Kumbang. Kelapa sawit yang menjadi komoditi andalan petani kini harganya kian terpuruk, sama halnya dengan harga karet. Saat ini, harga sawit petani hanya Rp 200/Kg hingga Rp 300/Kg.
Padahal setahun yang lalu mencapai Rp 1.200/Kg. Hal ini membuat masyarakat petani sawit di Desa Nusa Makmur Kecamatan Air Kumbang menjerit. Halim (50) warga setempat, menurut dia saat ini petani sawit sama menderitanya dengan petani karet. Betapa tidak, komoditi perkebunan mereka saat ini sama sekali tak berharga.
Editor : Karnadi







