Honda City Diberondong Peluru, Satu Penumpang Tewas, Lima Luka-luka

12.940 dibaca

BUANAINDONESIA.COM, SUMSEL – Naas, entah apa penyebabnya, mobil jenis Honda City dengan nopol BG 1488 ON ditembaki oleh anggota kepolisian lantaran menerobos razia. Kejadian tersebut sempat membuat heboh warga jalan HM Soeharto, dekat bank Mandiri Simpang Periuk. Selasa (18/4/2017) sekitar pukul 11.30 WIB.

Berdasarkan informasi ditempat kejadian, mobil tersebut diketahui dari Desa Blitar Muka, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu hendak menuju Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas. Untuk menghadiri sedekah di salah satu keluarga korban. Namun naas belum sampai ditujuan mobil yang ditumpangi para korban diberondong tembakan oleh aparat kepolisian yang melakukan pengejaran terhadap mobil yang ditumpangi korban.

Advertisement

Akibat kejadian ini korban Surini (53) Warga desa Blitar muka, Kecamatan sindang kelingi, kabupaten Rejang lebong, Provinsi Bengkulu meninggal dunia akibat terjangan peluru dari aparat kepolisian. Tidak hanya Surini, tiga anaknya yakni Dewi (35) Indra (32) Napiyanti (30) serta cucunya Genta (3), Galih (6) dan anak angkatnya Diki (29) juga terkena terjangan timah panas.

Belum tahu pasti kronologis kejadian tersebut, namun Surini tewas akibat dua peluru yang menembus bagian belakang tubuhnya dan saat ini jenasah berada di Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA) Lubuklinggau. Sementara anaknya Dewi, Nopiyanti dan anak angkatnya Diki masih menjalani perawatan di RS Sobirin, sedangkan Indra hendak di rujuk ke Palembang.

Purwanto , Kakak ipar korban menjelaskan bahwa pihak keluarga pertana kali mendapatkan laporan bahwa mobil jenis Honda City dengan nopol BG 1488 ON yang dikendarai Diki mengalami kecelakaan di wilayah kota Lubuklinggau.

” Awalnya kami pihak keluarga mendapatkan laporan bahwa mobil mereka kecelakaan. Karena mereka (korban) ini hendak pergi ke Muara Beliti, Musi Rawas karena mau pergi ke pesta anggota keluarga,” jelas Purwanto.

Namun, saat tiba di Rumah sakit sobirin, dirinya melihat banyak anggota kepolisian.

“Pas sampai di Rumah sakit, banyak polisi,” katanya.

Ia sempat menanyakan kepada korban Diki (Sopir) apa yang terjadi.

“Sempat berbisik dengan Diki, kenapa, lalu di jawab bahwa tubuhnya tertembus peluru polisi karena menerobos, tapi tidak disebutkannya menerobos lampu merah atau apa,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Purwanto dan anggota keluarga lainnya belum mengetahui secara pasti kejadian yang menimpa anggota keluarganya tersebut.

” Kami belum tahu bagaimana kejadiannya, tapi polisi sempat mengatakan bahwa mereka akan tanggung jawab semuanya,” bebernya.

Sementara itu Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto membenarkan peristiwa tersebut. Dan kini pihak dari Polda Sumsel sudah turun ke Lubuklinggau.

“Iya, saat kejadian mobil yang bersangkutan tidak mau berhenti saat dilakukan razia, bahkan mau menambrak tiga polisi dan warga setempat, saya turut berduka cita atas kejadian tersebut, anggota Polda Sumsel sudah menuju ke lokasi untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus ini,” kata Agung

Bagaimana Menurut Anda?