IP 200 Lahan Lebak Terkendala Sistem Pengairan

10.334 dibaca

BANYUASIN, Buanaindonesia.com- Potensi pertanian sawah padi di Kecamatan Rambutan yang terkenal dengan lahan lebaknya masih sangat tinggi, terutama untuk dikembangkan menjadi dua kali tanam atau IP 200. Sayangnya, itu terkendala dengan sistem pengairan.

Ketua Kelompok Tani Tanjung Harapan Desa Sako Kecamatan Rambutan, Maladin mengatakan jika petani sangat menginginkan agar lahan pertanian mereka bisa dimanfaatkan sepanjang tahun, bukan hanya pada musim penghujan saja. Betapa tidak, lahan mereka hanya bisa digunakan satu kali tanam, padahal mereka berharap bisa menanam padi sebanyak dua kali tanam.

Advertisement

“Kami petani ini sangat mengharapkan bisa IP 200, sudah pernah diujicobakan, memang bisa, tapi hasilnya sangat jauh. Hal ini karena, air pada saat pasang bisa mencapai 80 cm, sehingga menggenangi padi. Karena, tidak adanya saluran, sehingga air pasang tidak bisa mengalir. Maka dari itu, petani berharap agar pemerintah bisa membuatkan saluran, agar petani bisa menanam dua kali,” terangnya.

Ditambahkan Tukiyo, PPL Desa Sako jika petani sangat berkeinginan agar pada musim penghujan bisa menanam padi, sayangnya, pada saat itu ketinggian air bisa mencapai 60 hingga 80 cm, dan bisa menenggelamkan tanaman padi.

“Potensi Lebak di Rambutan ini antara lain, Sako, Pangkalan Glebek, Menten, Gelebek Dalam dan Sungai Dua ada 5.000 ha, sekitar 500 ha masih sangat potensi untuk dua kali tanam. Paling tidak, agar ini bisa dimanfaatkan, dibuatkan saluran atau codetan,” tukasnya.(muh)

Bagaimana Menurut Anda?