Selanjutnya, Ishak, mengharapakan kepada kader-kader baru yang akan melakukan training nantinya dapat menjadi contoh yang baik untuk organisasi yang lain dan memberikan kontribusinya untuk pembangunan sebagai mana yang telah dilakukan oleh pendahulu-pendahulu mereka.
“Kita tunjukkan HMI dapat menjadi teladan oganisasi lain di Indonesia khususnya di Sumsel, HMI mempunyai andil besar dalam pembangunan negara, kader-kadernya tidak diragukan lagi menjadi orang-orang yang berpengaruh di negara ini,” tandasnya.
Terpisah, Pengurus Besar HMI (PBHMI) Mulyadi P Tansir dalam sambutanya, mengharapkan profesionalitas para master of trainer (pelatih) untuk memilih calon pemimpin terbaik demi menjaga kualitas HMI.
“Diharapkan kepada master of trainer bersikap profesional, kalau lulus ya bagus, jika tidak layak ya tidak lulus, dan saya mengharapakan pengurus PBHMI akan lebih produktif lagi,” Kata Mulyadi
Mulyadi juga mengungkapkan masalah-masalah yang dihadapi oleh HMI adalah seringkali pelatihan yang diadakan hanya seadanya.
“Kelemahan masih banyak, terutama pada saat training-training yang hanya formalitas, karena dari LK I hingga LK III harus punya tujuan dan target,” pungkasnya. (Wardoyo- Rel)







