KAYU AGUNG, Buanaindonesia.com- Minarto, Direktur Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat dari Millenium Challenge Account Indonesia (MCA) Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengadakan kerjasama untuk mengatasi stanting di Kabupaten OKI. Mengingat angka stanting di OKI cukup tinggi mencapai 40,5 %.
Sementara angka rata-rata nasional hanya 37,2 persen. Lima Provinsi yang angka stantingnya tertinggi, Sumatera Utara 38,58%, Kalimantan Barat 38,77%, Nusa Tenggara Timur 48,01 % , Sulawesi Tenggara 38, 89% dan Papua 38,84 %
“Indonesia termasuk peringkat 5 dunia, tingkat stanting tinggi, lebih tinggi dari pada Negara Myanmar, Vietnam dan Thailand” Kata Minarto Direktur Proyek Kesehatan berbasis masyarakat di Pendopoan, Kabupaten OKI, Rabu, 27 Januari 2016.
Sedangkan untuk di Kabupaten OKI ini salah satu kabupaten yang perlu mendapat perhatian serius, agar angka stanting dikabupaten ini bisa menurun. “Karena stanting ini bisa mengancam anak bangsa dan ini perlu dicari solusinya,”ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun buanaindonesia.com, stanting adalah ketika balita lebih pendek dari standar tinggi badan seumurnya.
Minarto menambahkan penyebab stanting, kekurangan gizi dalam waktu yang lama pada seribu hari kehidupan
“Ibu –Ibu yang sedang hamil kurang asupan gizi bisa terjadi stanting,”tambanya.
Sementara itu, Bupati OKI, Iskandar, mengaku baru tau, kalau di OKI stanting cukup tinggi, termasuk salah satu kabupaten tertinggi di Sumsel
“Baru tau ini saya, untuk itu saya akan mengajak Dinas Kesehatan dan masyarakat OkI untuk menurunkan angka stanting,” Kata Iskandar,usai peringatan Hari Gizi Nasional 2016 ke-56, Rabu (27/1).
Dia menjelaskan, untuk mengurangi angka tersebut, akan memberi suplemen untuk ibu dan Balita, meningkatkan pelatihan kesehatan, Revitalisasi posyandu
Perlu diketahui Peringatan Gizi Nasional ke-56, bertema Bersama membangun Negeri menuju generasi sehat dan berprestasi (Wardoyo)








