
MUARA ENIM, Buanaindonesia.com Jembatan gantung di Desa Simpang Meo Kecamatan Tanjung Agung kondisinya telah putus, akibat diterjang pohon tumbang karena angin kencang beberapa waktu sebelumnya.
Kini, jembatan yang dimanfaatkan masyarakat sehari-hari ini tidak dapat lagi digunakan. Masyarakat Desa Simpang Meo meminta kepada Pemkab Muara Enim untuk segera membangun jembatan gantung yang putus tersebut.
Akibat kejadian ini, aktifitas masyarakat di kebun menjadi terganggu dan tidak bisa mengeluarkan hasil panennya. Adapun ukuran panjang jembatan tersebut sekitar 100 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter.
Kepala Desa (Kades) Simpang Meo, Fajar saat dibincangi, Jumat (19/06/2015), mengharapkan bantuan perbaikan jembatan dari Pemkab Muara Enim, sehingga masyarakat dapat membawa hasil panennya dari kebun.
“Akibat kejadian ini, warga kami sulit beraktivitas di kebun. Mereka tidak bisa mengeluarkan hasil panennya gara-gara jembatan roboh ini,”ungkapnya.








