PALEMBANG,Buanaindonesia.com-Berusaha menghindari kejaran dari petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel, Joiz (55) nekat menyimpan enam paket sabu dan ganja di atas mobil dinas yang dikendarainya. Pria yang berstatus sebagai Kepala UPTD Dermaga Sungai dan Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuasin, Sumsel, itu baru saja mengambil barang haram tersebut.
Penangkapan pelaku cukup dramatis. Petugas BNN sejak pagi membuat dua tim untuk mengincar pelaku yang diketahui akan mengambil paket itu tak jauh dari tempatnya bekerja di kawasan Gasing, Banyuasin.
Tim BNN pertama yang berada di Banyuasin melakukan pencegatan terhadap pelaku. Sial, pelaku berhasil lolos dan masuk ke wilayah Palembang. Mendapati informasi itu, tim BNN kedua mulai bergerak.
Saat menemukan mobil pelaku jenis Mitsubishi Kuda berpelat merah BG 1009 JZ, petugas berusaha mengejar. Melihat ada mobil yang membuntuti, pelaku melajukan mobilnya dengan kencang. Tak ayal, mobil petugas dan pelaku terlibat kejar-kejaran dengan kecempatan tinggi.
Tiba di depan Rumah Sakit Mata Sumsel di Jalan Kolonel H Burlian Palembang, Senin (21/9) sekitar pukul 14.00 WIB, mobil pelaku berhasil dikejar hingga dipepet masuk ke parkiran rumah sakit. Petugas langsung menggeledah mobil dinas pelaku.
Nyaris putus asa setelah setengah jam mencari, petugas akhirnya menemukan bungkusan kecil yang ditempel menggunakan isolasi di atas mobil pelaku, tepatnya di talang (penghalang) hujan sebelah kiri mobil pelaku.
Begitu dibuka, didapati enam paket sedang narkoba, diantaranya tiga paket sabu dan tiga paket ganja. Meski pelaku membantah, petugas langsung memborgolnya dan dibawa ke ke kantor BNN Sumsel untuk diperiksa.
Meski dicecar pertanyaan terkait barang bukti, pelaku ngotot membantah dan tidak tahu dari mana asalnya.
“Tidak tahu pak, tidak tahu,” ungkap pelaku Joiz kepada petugas, Senin (21/9).
Kepala Bidang Penindakan BNN Provinsi Sumsel Kompol Paulina mengatakan, penangkapan terhadap pelaku atas adanya laporan yang masuk bahwa pelaku baru saja mengambil barang haram itu dari seorang bandar di Banyuasin. Pihaknya masih menyelidiki lebih dalam apakah pelaku merupakan kurir sabu atau pemakai.
“Pelaku cukup lihai menyimpan barang bukti agar lepas dari penggeledahan. Barang itu disimpannya di talang hujan di atas mobilnya pakai lakban. Jika tidak teliti, sulit menemukannya,” kata dia. (Erwan – Ward)








