MURATARA, Buanaindonesia.com- Kabut asap di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) bertambah tebal setiap harinya, hal ini diduga karena lahan di sejumlah perusahaan Perkebunan yang ada terbakar. Ketebalan tersebut juga ditambah kiriman dari Provinsi tetangga, Jambi sehingga jarak pandang pengguna Jalan Lintas Sumatera semakin pendek
Penjabat Bupati Muratara, Agus Yudiantoro menegaskan, kabut asap yang terjadi di Muratara adalah kiriman,
“Perusahaan perkebunan yang ada di sini dalam setiap membuka lahan tidak mengunakan metode pembakaran seperti yang dilakukan petani,” kata Agus.
Asap yang menyelimuti Kabupaten Muratara berasal dari Jambi dan Muba. Sedangkan di Muratara hanya terdapat 26 titik hot spot, kemarin dirapatkan kepada SKPD untuk membantu penangulangan kebakaran.
“Alhamdulilah titik api sudah turun, kebakaran lahan milik perusahaan di Rawas Ilir tepatnya di Desa BM II itu tidak ada. Disana yang bertugas menangulangi bencana kebakaran lahan yakni dinas PU,”jelas dia.
Camat Rawas Ilir Suharto mengatakan, kebakaran diwilayah Rawas Ilir disebabkan adanya puntung rokok yang dibuang oleh oknum masyarakat secara sembarangan.
“Memang ada kebakaran lahan perusahaan, namun sudah berhasil dipadamkan oleh karyawan perusahaan tersebut. Untuk luasan kebakaran saya belum dapat memastikan. Namun yang jelas memang ada kebakaran disana,”paparnya.
M Rusli Saleh warga Desa Biaro Lama mengatakan, kebakaran lahan di Karang Dapo makin menjadi-jadi, seperti yang terjadi pada lahan PT BSS. Seharusnya perusahaan membantu pemerintah dalam pengendalian kebakaran lahan.
“Sebelum dikeluarkan izin, pihak perusahaan berjanji melakukan pengendalian dan tidak membakar hutan sehingga dikeluarkan izin oleh pemerintah, namun yang terjadi lapangan sebab bangaimana hendak mengendalikan kebakaran lahan jika peralatan saja tidak punya,”pungkasnya.
Editor: Karnadi









