BUANAINSUMSEL.COM, BANYUASIN – Sekitar 5 Orang berpakaian rapi dengan dikawal 2 orang polisi bersenjata lengkap, pukul 10:00 WIB, Rabu. 16 Nopember 2016, mengobok-obok ruang Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kbupaten Banyuasin.
Rombongan merupakan Komisi pemberntasan Korupsi (KPK). Sebab dari rompi yang dikenakan bertuliskan KPK. Mereka datang ke ke DPRD mengendarai dua mobil avanza berwarna hitam dan silver bernomor polisi (nopol ) BG 542 A dan BG 1689 JC.
Kedatangan 5 Orang tersebut membawa 2 kardus dan satu handycam. Sempet membuat panik para anggota dewan yang akan melaksanakan rapat paripurna penyampaian nota pengantar APBD tahun 2017.
Belum diketahui secara pasti apa maksud kedatangan dari tim antirasuah ini, sampai saat ini pintu ruangan ketua DPRD Banyuasin masih dijaga ketat oleh dua orang polisi,
Kedatanga. KPK merupakan buntut Operasi Tangkap Tangan Yan Anton Ferdian saat melaksanakan selamatan berangkat Haji. Sebab pasca itu, sejumlah SKPD di lingkungan Pemkab Banyuasin menjadi sasaran penggeledahan KPK. Termasuk ruang Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin.
“Awalnya ada orang berpakaian rapi datang, lalu bertanya? Maaf pak dimana ruang sekwan? Lalu kami arahkan ke atas,”Tanya mereka
Ditambahkannya, Setelah dua orang naik ke atas, tiba-tiba diikuti oleh dua orang polisi dan tiga orang membawa kardus serta handycam.
“Kami kira tamu biasa, tapi setelah yang bertanya tadi naik, dan diikuti oleh dua polisi serta tiga orang temannya, kami langsung mengerti bahwa yang bertanya tadi tim KPK”ujarnya.










