Massa Seruduk Kantor Bupati Muratara‎ dan Blokir Jalinsum

18.562 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MURATARA – Ratusan Masyarakat dari Forum Muara Rupit Lawang agung (Forula), Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), melakukan aksi demo di Kantor Bupati Muratara, Senin (25/09/2017) pukul 09.00 WIB dan berharap untuk bertemu langsung dengan Bupati Muratara H. Syarif Hidayat.

Namun massa yang sudah lama menunggu belum juga bisa menemui bupati menjadi sedikit beringas dan berusaha menerobos masuk ke dalam kantor bupati. Sehingga sempat terjadi gesekan antara massa dan satuan polisi pamong praja (sat pol pp) Pemkab Muratara. Bahkan, massa yang semakin panas melempari kaca dan pintu kantor Pemkab Muratara hingga pecah. Setelah itu massa melakukan penyegelan terhadap kantor Bupati. Serta membubarkan para pegawai yang sedang bertugas. Sehingga aktivitas perkantoran hari ini lumpuh total.

Advertisement

Dan sekitar pukul 13.33 WIB massa yang sudah tidak tahan menunggu kepastian untuk bertemu dengan bupati akhirnya melakukan pemblokiran jalan lintas Sumatera (jalinsum) dengan membakar ban, memportal jalan dengan rambu-rambu jalan yang ada di sekitar kantor bupati muratara.

Koordinator Lapangan Servin Putra mengatakan 29 April 2013 adalah sejarah tidak dapat terlupakan akan pembentukan Bumi Berselang Serundingan, sehingga menelan korban jiwa warga Lawang Agung Muara Rupit.

“Karena ini kami Masyarakat Muara Rupit dan Lawang Agung belum merasakan pembangunan yang sesungguhnya di wilayah Ibukota Kabupaten.”

Dilanjutkanya, dirinya menyampaikan tuntutan masyarakat Desa Lawang Agung-Muara Rupit Agar PDAM untuk segera berfungsi dan mengalir kerumah-rumah masyarakat pada 2018 paling lambat, segera merevitalisasi pasar lawang agung pada 2018, segera melakukan pelunasan ganti rugi lahan 235 H pada tahun 2017, meminta pihak exsecutif dan legislative untuk tidak merevisi UU No.16 tahun 2013 pasal 7.

Selain itu, menagih janji Bupati agar seluruh kepala SKPD atau OPD brdomisili atau menetap di Muratara, pembangunan masjid agung ahrus di Ibukota Muratara dan segera membangun monumen perjuangan rakyat Muratara untuk mengenang pemekaran Muratara.

Sementara Asisten 3 pemkab muratara Alwi Roham mengatakan dalam aksi tersebut warga menyegel kantor bupati sementara aktivitas Tidak dapat di lakukan dan staf-staf di sekretariat dari pada terancam keselamatan beliau suruh pulang dan sebagian sudah pulang.

“Untuk tuntutan masa sendiri mereka ingin bertemu dengan bupati, tetapi walaupun tidak ada dikantor kita masih tetap memantau‎.”pungkasnya.

Bagaimana Menurut Anda?