Menjadi Kuasa 3 Terdakwa, Diana Ivory yoe. SH. SHI., MH ; Satu Terdakwa Harus di Rehabilitasi. Ini Alasanya

5.950 dibaca
Menjadi Kuasa 3 Terdakwa, Diana Ivory yoe. SH. SHI., MH ; Satu Terdakwa Harus di Rehabilitasi. Ini Alasanya
Diana Ivory yoe. SH,. SHI,. MH. Kuasa hukum Terdakwa Kasus Narkotika di Lampung

BUANAINDONESIA.CO.ID, LAMPUNG – Diana Ivory yoe. SH. SHI, MH. Selaku kuasa hukum, berhasil membuat ringan hukuman 3 dari 5 terdakwa  penyalahgunaan Narkotika, diantaranya, Erik Yuliawan Bin Muhadi, Robin Bin Bujang DL, Robert Bin Bujang.

Keberhasilan itu Setelah Diana Ivory yoe. SH. SHI, MH. Selaku kuasa hukum melakukan langkah hukum pembelaan/pledoi.

Advertisement

Ancaman tuntutan jaksa Selasa. 3/11/20. Lalu, yang semula dijatuhkan untuk Erik yuliawan bin Muhadi 7 tahun 2.bulan, menjadi 5 tahun. Sementara Robin bin bujang yang semula dituntut hukuman 8 tahun 2 bulan menjadI 6 tahun. Sedangkan Robet  dituntut 7 tahun penjara.

“Alhamdulilah hasil Pledoi kita, semula tuntukan hakim tinggi sekarang rendah, mereka ini didakwa atas dasar memiliki Narkotika golongan 1 berupa ganja/sabu tanpa memiliki surat izin dari Menteri Kesehatan atau Pejabat yang berwenang lainnya serta tidak untuk pengobatan maupun kepentingan ilmu pengetahuan dan tehnologi,”Ucap.Diana Ivory yoe. SH. SHi, MH. Advokat terdakwa Erik yuliawan dan Robin serta Robert ketika memberikan keterangan pers. Senin. 16/11/20.

Menurutnya, Saat ini mereka bertiga sudah berada di Rumah Tahanan (Rutan) Menggala Bandar lampung,

Namun, Diana Ivory yoe. menyayangkan pledoi yang diajukan tidak di gubris oleh Hakim, sebab ada satu terdakwa hanya pemakai bukan pengendar Narkotika tersebut.

“Erik yuliawan hanya pemakai tapi di masukkan dan dianggap sebagai jaringan pengedar dari Robin dan Robert, Di sinilah perikeadilan tidak terwujud ketika pledoi saya sudah mohon agar Erik yuliawan di rehabilitasi karena dia bener pemakai saja, namun di putusan, Erik diancam hukuman 5 tahun.” tandasnya

Sementara, Jaksa Penuntut Umum dari perkara ini Iwin surtining, SH. Dalam suratnya menjelaskan kronologis dari transaksi Terdakwa. Berdasarkan keterangan dari Saksi Robert Bin Bujang dan Robin bahwa ada yang memesan Narkotika dengan mentransfer uang sebesar 500 ribu, ke Robert.

sebelumnya Ryan sitanggang dan Febri setiawan telah memesan Narkotika sebanyak ½ gram dengan total uang 3 juta Rupiah, Kemudian berdasarkan keterangan Robert dan Dody oktari Saksi mencari Erik sekiranya pukul 17.00

Erik ditemukan di Rumah makan Rita, dan Erik berhasil diamankan dengan menyita satu unit handphone Vivo Y17 yang Erik gunakan untuk memesan Narkotika ke Robert, setelah Erik.

Dilanjutkan pencarian ke Ryan sitanggang dan Febri setiawan yang sedang berada di depan Pertamina Jalinsum Desa Kahuripan jaya, Lampung. Untuk menunggu Robert membeli Narkotika tersebut.

Setelah dilakukan pengeledahan ditemukan uang sebanyak, Rp. 3.420.000., ditemukan hp,merek nokia, samsung warna putih, dan kemudian Robert, Robin serta Erik, Ryan sitanggang, dan Febri beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Tulang bawang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Berdasarkan pemeriksaan laboratoris No 152 BS/VII/2020, 14/07/2020. Barang bukti berupa satu unit amplop coklat berlak segel lengkap dan dibuka didalamnya didapati satu bungkus plastik bening, berisikan kristal putih. Dengan berat netto 4.3032 gram, barang bukti dari Robert dan Robin, setelah dilakukan pemeriksaan disimpulkan bahwa barang bukti tersebut adalah benar Narkotika mengandung metamfitamina dan terdaftar dalam golongan I No urut 61 Lampiran UU Rai No 35 2009 tentang Narkotika. ” Ucapnya.

Ditegaskan JPU, Bahwa Terdakwa dalam menawarkan untuk dijual, membeli, menerima, menjadi perantara, dalam jual beli, memakai atau menyerahkan Narkotika golongan I berupa ganja tanpa memiliki surat izin dari Menteri atau pejabat berwenang lainnya.

Bagaimana Menurut Anda?