
PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Setelah hampir satu minggu berkumpul mengikuti berbagai kegiatan lapangan dan rotasi, pada Jambore Daerah VII Sumsel 2015 di bupet Gandus, Palembang, sekitar hampir dua ribu Pramuka Penghalang harus berpisah. Pesta Penghalang itu secara resmi ditutup oleh Sekdaprov Sumsel H Mukti Sulaiman selaku Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel, Minggu (20/12) pagi.

Acara perpisahan Sabtu malam diisi dengan pentas api unggun dan hiburan band dari Kwarcab Muba, dengan MC kondang Cek Daus.
Sementara Ketua Kwarda Mukti Sulaiman dalam sambutannya merasa bangga atas partisipasi adik-adik pramuka Penghalang yang secara bersemangat mengikuti semua rangkaian kegiatandari awal hingga penutupan.
“Semoga semua ilmu pengetahuan dan keterampilan yang didapat selama kegitan, bisa dimanfatkan untuk bekal adik-adik kelak sehingga bisa menjadi pemimpin masa depan,” pesan KaKwarda.
Sekdaprov Mukti Sulaiman berharap, bumi perkemahan Gandus yang masih proses pembangunan, akan dilanjutkan pembangunannya tahun depan.
Dua juga mengajak semua kwartir cabang seSumsel memanfaatkan buper seluas 20 hektare ini untuk berbagai kegiatan daerah. Bahkan jika ada daerah yang ingin membangun rumah anjungan daerah, maka Kwarda akan menyiapkan lahannya.

“Tahun depan akan dibangun enam rumah bantuan dari pemerintah, dan ini bisa digunakan oleh siapa yang ingin melakukan kegiatan di bumi perkemahan Gandus ini,” , serta ngkap Mukti Sulaiman.
Sedangkan Ketua Panitia yng juga Bupati Perkemahan, Amriadi dalam laporannya menyampaikan, semua kegiatan berjalan dengan lancar sesuai dengan yang direncanakan.
“Semua peserta dalam kondisi sehat, walaupun diakui ada beberapa yang mengalami sakit bawaan, dan luka ringan. Tetapi semua sudah diatasi dengan baik oleh tim kesehatan,” ujar Amriadi.
Sementara itu acara penutupan ditandai dengan pelepasan tanda peserta dan camat putra dan putri. Kemudian dilanjutkan foto bareng peserta dengan Ketua Kwarda dan pengururus serta andalan.
Turut hadir Waka Karda serta andalan di antaranya Najib Haitamu, Sulastro, Sri Atiak, Mawardi Ahmad, Budiman, serta unsur muspida. (Oent – Ward – Rel)







