Musim Hujan, Petani Karet Kian Terjepit

12.536 dibaca

MUARA ENIM, Buanaindonesia.com – Belum membaiknya harga getah karet serta masuknya musim hujan membuat petani karet di Kabupaten Muara Enim, kian terjepit.

Bagaimana tidak, dengan telah masuknya musim hujan apalagi intensitas hujan tinggi yang turun akhir-akhir ini menyebabkan aktivitas penyadapan terganggu. Bahkan sampai tidak bisa menyadap getah karet sama sekali.

Advertisement

Berdasarkan informasi yang dihimpun buanaindonesia.com, senin (01/02/2016), harga getah karet harian, mingguan, maupun bulanan masih belum ada kenaikan.

Taksiran harga karet harian Rp 4 ribu per kilogram. Menurut petani, harga itu tidak sebanding dengan harga kebutuhan pokok saat ini. Petani karet hanya bisa pasrah, tetapi bersyukur masih bisa menyadap karet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Seperti yang diungkapkan Sulbahri Yahdin (49), salah seorang petani karet dari Desa Darmo Kecamatan Lawang Kidul mengatakan, memasuki musim penghujan ini semakin memperburuk kehidupan para petani karet. Mereka tidak bisa menyadap karet setiap hari.

“Kalau cuaca panas masih bisa menyadap tiap hari, dan hasilnya normal. Jadi meskipun murah masih ada penghasilan. Tetapi kalau hujan seperti sekarang ini jelas petani terkendala,”ungkap Sulbahri.

Dirinya mengakui, meskipun kebun karet yang disadap adalah miliknya sendiri, namun dengan harga seperti sekarang ini masih terasa berat. Apalagi menurutnya, untuk perbandingan dua kilogram getah karet baru cukup untuk membeli satu kilogram beras. Belum lagi untuk memenuhi kebutuhan lainnya selain makan.

“Habis mau bagaimana lagi, rata-rata warga disini menggantungkan hidupnya dengan hasil karet. Kalau tidak menyadap setiap hari bisa tidak makan,” ucapnya.

Senada juga diungkapkan, Dinata (50) warga Desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Agung mengatakan, dengan kondisi harga karet yang belum mengalami kenaikan, dan tidak didukung oleh cuaca yang bagus, jelas menyebabkan petani berada pada posisi sulit secara ekonomi.

“Tinggal sabar saja, berapa hasilnya kita harus pandai-pandai berhemat,” terangnya.

Bagaimana Menurut Anda?