Nasdem Fasilitasi Pengobatan Anindya

12.265 dibaca

MUARAENIM, Buanaindonesia.com- Kepedulian Partai Nasionalis Demokrat (Nasdem), bisa menjadi contoh Parpol lain. Tanpa harus diminta, Nasdem langsung jemput bola dan menyatakan siap membantu seluruh biaya pengobatan Anindya hingga tuntas.

IMG_20150728_183422“Ini komitmen Partai bukan atas nama pribadi. Dan kebetulan kita punya rumah aspirasi Irma Suryani. Ketika aspirasi masuk, apa yang bisa kita bantu langsung kita kerjakan,” tutur Wakil Ketua DPD Nasdem Muara Enim Kasman MA didampingi Sekretaris DPD Nasdem Muara Enim Endang Suparmono yang juga sebagai Koordinator Rumah Aspirasi Irma Suryani, Selasa (28/07/2015).

Advertisement

Jika nanti memang harus dirujuk ke Palembang, Fraksi Nasdem di Sumsel sudah menyatakan siap, begitupun ketika akan dirujuk ke Jakarta, fraksi Nasdem Pusat juga menyatakan kesanggupannya.

“Saya sudah koordinasi denga Ketua DPW Nasdem Sumsel Syahrial Oesman dan dan Ketua Bidang Kesehatan Ibu dan Anak DPP Nasdem Irma Suryani SE yang juga anggota DPR RI komisi IX. Keduanya menyatakan siap membantu,” ucap Endang.

Mendengar hal tersebut, pasangan suami istri Panji Syailendra dan Rini Purwanti, menyatakan mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan fasilitas yang diberikan oleh Partai Nasdem dan semua pihak yang membantu sehingga anaknya bisa menjalani perawatan dan pengobatan lebih lanjut. Dan berharap setelah dilakukan operasi, anaknya bisa normal seperti anak-anak lainnya.

“Kami hanya bisa mengucapkan banyak terimakasih, semoga Allah membalas kebaikannya,” ujar Panji yang sehari-hari hanya sebagai tukang ojek ini.

Sementara itu Direktur RSUD dr HM Rabain Muaraenim dr H Suwandi Syafitra SpAk didampingi dr Ali Hanafiah SpB, bahwa kasus bayi lahir tanpa anus ini sangat langka. Khusus di Kabupaten Muara Enim, ini kasus yang kedua, dan untuk tindaklanjut operasi selanjutnya memang harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatan dan tenaga medisnya yakni ke RSMH Palembang.

Karena berat badannya belum mencapai 5 kg, maka harus menunggu hingga berat badannya mencapai 5 kg sebagai syarat untuk operasi kedua untuk pembuatan anus.

“Kalau kami paling hanya untuk operasi pembuatan saluran sementara pembuangan air besar. Untuk penyempurnaanya itu akan di rujuk ke RSMH Palembang. Kalau untuk saya, ini merupakan yang pertama kali saya tangani,” tambah dr Ali Hanafiah.

Bagaimana Menurut Anda?