Ongkos Speedboat di Banyuasin Tidak Turun

11.049 dibaca

BANYUASIN, Buanaindonesia.com– Sejumlah serang speedboat mengaku hingga saat ini tidak menurunkan ongkos baru pasca penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pekan yang lalu. Meski begitu, mereka mengaku jika penumpang tidak protes mengingat persentase penurunan yang hanya sedikit. Dan sejauh ini pun pemerintah belum menentukan tarif ongkos baru untuk transportasi angkutan sungai.

Masih tetapnya ongkos angkutan sungai (speedboat) ini dibenarkan salah seorang serang speedboat yang sering mangkal di Simpang PU Tanjung Lago. Menurut dia, meski harga BBM telah resmi turun namun itu tidak serta merta menurunkan ongkos speedboat yang melayani penyeberangan sungai di wilahah perairan Kabupaten Banyuasin. Walau demikian, hingga saat ini pun belum ada pengumuman terkait penurunan ongkos angkutan sungai.

Advertisement

“Idak turun idak, sebab minyak juga turunnya dikit jadi kami idak ikut-ikutan menurunkan ongkos. Kalau diturunkan yang pastinya kami akan merugi, walau turunnya dikit pasti akan mempengaruhi pemasukan kami. Tetapi kalau pemerintah menetapkan ongkos baru pasti kami akan berusaha mengikuti, tapi kan sampai sekarang belum ada,” ucapnya.

Dia mengatakan jika saat ini ongkos penumpang ditarik Rp 100.000/penumpang itu menyusul kenaikan BBM beberapa bulan yang lalu. Menaikan ongkos itu terpaksa dilakukan sejumlah serang lainnya guna menutupi biaya pengeluaran berupa bahan bakar (premium).

“Tapi kalau bensin diturunkan kami bersedia untuk menurunkan ongkos, tapi belum tahun berapa besarannya yang akan kami turunkan, mengingat harga BBM saja belum resmi berlaku. Tetapi yang pasti menurun dan menaikkan ongkos biasanya kami lakukan sendiri atas dasar kesepakatan dengan serang dan penumpang, tidak menunggu Dishub untuk menetapkan,” ucapnya.

Tidak menunggunya keputusan atau penetapan Dishub dalam hal penyesuaian tarif ini, dia mengatakan disebabkan lambannya respon pemerintah. Maka dari itu serang speedboat memilih untuk menentukan sendiri.

“Biasanya ongkos disesuaikan dengan kesepakatan penumpang. Kalau ada yang merasa keberatan kita cari jalan tengahnya, sepanjang itu tidak merugikan kami (serang). Dan sejauh inipun tidak ada penumpang yang protes,” akunya.

Sementara itu, Rina salah seorang calon penumpang menyambut antusias akan penurunan ongkos speedboat ini. Menurut dia, untuk pergi ke Palembang dan pulang ke Karang Agung, paling tidak dia harus menyiapkan uang Rp 500.000. Hal ini disebabkan tingginya ongkos transportasi.

“Tapi biasanya kalau sudah naik, akan sulit untuk turun. Cuma pas BBM naik langsung dan serta merta seluruhnya naik. Kita sebagai masyarakat ini harus menerima walau sebenarnya keberatan dengan hal itu,” ujarnya.

Editor : Karnadi

Bagaimana Menurut Anda?