Ormas Islam dan Kampus Muara Enim Tolak LGBT

14.487 dibaca

MUARAENIM, Buanaindonesia.com – Sejumlah massa dari berbagai organisasi Islam seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sekundang Muara Enim, Komunitas Pelita Quran Nusantara (KPQ Nusa), Ikatan Remaja Antar Rohis (IKRAR), Forum Pengajian AL-FATIH, KARIMA, Lembaga Dakwah Kampus, BEM Serasan, BEM STI Tarbiyah, dan Rohis dari beberapa sekolah di Muara Enim melakukan aksi damai menolak aktivitas Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Indonesia.

Kegiatan aksi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan cara berkumpul didepan Masjid Agung Muara Enim, selanjutnya melakukan long march dengan membawa beberapa pamflet berisi tulisan penolakan LGBT menuju kearah Bunderan Air Mancur Muara Enim, Jembatan Enim 1 sampai kedepan Tugu Perjuangan Muara Enim, Minggu (14/2/2016).

Advertisement

Ketua KAMMI Sekundang Muara Enim, Jaka Prima Putra dalam aksi tersebut menegaskan bahwa LGBT secara prinsip bertentangan dengan nilai-nilai agama, kepribadian dan budaya bangsa Indonesia yang religius.

“LGBT tidak tepat dipandang sebagai Hak Asasi Manusia (HAM) dan bukan fenomena natural, tetapi suatu kelainan dan masalah sosial yang memerlukan penanganan secara baik, serius dan komprehensif,” ungkapnya.

Dikatakannya, perkembangan LGBT dewasa ini sudah sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan terhadap kehidupan keagamaan, moral dan tatanan sosial bangsa Indonesia dimasa mendatang.

“Pemerintah harus cepat bertindak tegas melarang aktivitas LGBT sebelum terjadi musibah kehancuran generasi penerus bangsa,” ujar Jaka.

Menurut peserta aksi, Toherli (20) dan Saharpudin (26), masyarakat meminta pemerintah agar mengambil sikap dan langkah tegas sesuai hukum dan konstitusi untuk tidak memberi pengakuan dan melegalisasi perilaku homoseksualitas dan perkawinan sesama jenis di seluruh wilayah Indonesia.

“Menuntut pemerintah agar menertibkan pihak-pihak yang secara sengaja menampilkan, mengampanyekan, menyebarluaskan pembenaran, mengajak kepada perilaku dan gaya hidup LGBT,” tegasnya.

“Selain itu juga, mengajak semua pihak dari mulai orang tua, guru dan lainnya untuk aktif berperan dalam melindungi masyarakat dari bahaya LGBT,” pungkasnya.

Editor : Juan

Bagaimana Menurut Anda?