Parade HKGB Polda Sumsel, Polres Mura Tampil Memukau Dengan Pakaian Adat Suku Anak Dalam Muratara

38.059 dibaca
Parade HKGB Polda Sumsel, Polres Mura Tampil Memukau Dengan Pakaian Adat Suku Anak Dalam Muratara

BUANAINDONESIA.CO.ID, MURATARA – Dalam lomba parade dan peringatan hari kesatuan gerak Bhayangkari (HKGB) ke-65 Polda Sumatera Selatan (Sumsel) yang di selenggarakan di Mapolda Sumsel. Di antara seluruh Polres yang mengikuti lomba parade, Polres Musi Rawas tampil memukau penonton dengan menggunakan pakaian adat suku anak dalam (SAD) khas Muratara. Bahkan Kapolres Mura mendampingi ketua Bhayangkari Polres Mura mengenakan pakaian adat SAD ikut dalam rombongan parade.

Kapolres Musi Rawas (Mura) dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), AKBP Pambudi SIK didampingi ketua Bhayangkari Polres Mura Ny Achy Pambudi mengatakan tim dari Polres Mura menampilkan pakaian suku anak dalam (SAD) khas Muratara, sehingga tampak berbeda dari Polres-Polres yang lain, dan kebetulan di wilayah Muratara terdapat suku anak dalam yang memang memiliki ciri khas sendiri dalam berpakaian.

Advertisement

“Saya ingin memperkenalkan pakaian SAD Muratara, karena sangat menarik. Memiliki unsur budaya khas suku anak dalam, kabupaten Muratara, apalagi sebagai Kabupaten baru Muratara memiliki nilai seni budaya dan khas adat istiadat yang patut diacungi jempol. Dan layak diperkenalkan secara luas di masyarakat Provinsi Sumsel. Karena, suku anak dalam (SAD) menjadi bagian dalam masyarakat di Kabupaten Muratara.

“Alhamdulilah pakaian khas SAD mendapatkan apresiasi saat perlombaan. Dan mendapatkan juara ketiga dalam parade peringatan HKGB ke-65 Polda Sumsel.”

Sementara itu, Bupati Muratara, H Syarif Hidayat mengatakan dirinya sangat bangga dan mengapresiasi Kapolres Mura dan ketua Bhayangkari sudah memperkenalkan pakaian khas suku anak dalam (SAD) Muratara di jajaran Mapolda Sumatera Selatan.

“Kreativitas dan modifikasi pakaian khas SAD yang dilakukan AKBP Pambudi SIK, dan Ny Achy Pambudi bersama jajarannya Polres Mura dalam perlombaan tersebut. Tentunya sangat baik karena pakaian khas SAD menjadi khasanah budaya daerah di Muratara. Sehingga, dikenal secara luas di masyarakat,” pungkasnya.

Bagaimana Menurut Anda?