Pemkab Tapsel Belajar Pengolahan Kopi dengan Muara Enim

408 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUARAENIM -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) Provinsi Sumatera Utara.

Kunker dalam rangka Visiting Study (Kunjungan Pembelajaran) mengenai Program Smart City dan pengolahan hasil perkebunan di tanah dataran tinggi berupa Kopi Semende yang menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Muara Enim, bertempat di Ruang Rapat Pangripta Nusantara Bappeda Muara Enim, Senin (13/1/2020).

Bupati Tapanuli Selatan H Syahrul M Pasaribu SH didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Tapsel Drs Parulian Nasution, MM dan Rombongan diterima langsung oleh Plt Bupati Muaraenim, H Juarsah SH didampingi Sekda Muara Enim Ir H Hasanudin M Si dan Kepala para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

“Kita berharap dengan adanya Kunker ini semakin mempererat hubungan baik antara Pemkab Muara Enim dengan Pemkab Tapanuli Selatan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH dalam sambutannya.

Juarsah menerangkan, Pemkab Muara Enim dan Tapsel mempunyai kesamaan, selain letak geografis dengan adanya dataran tinggi seperti di Semende dan juga di Tapsel memiliki dataran tinggi yang sama, serta Komoditas unggulan seperti kopi sipirok sama dengan kopi semende yang ada di Kabupaten Muara Enim.

“Untuk itu melalui kerjasama ini menjadi awal bertukar informasi, baik Smart City ataupun kopi unggulan Kabupaten Muara Enim. Sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harap Juarsah.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan H Syahrul M Pasaribu SH mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari Pemkab Muara Enim, kerjasama ini menjadi suatu kolaborasi yang berimbang bagi kedua Kabupaten ini.

“Banyak sekali yang kami pelajari dari Kabupaten Muara Enim, seperti Program Smart City yang dikemas menjadi Smart Regency dalam pengaplikasian menjadi suatu Aplikasi bernama MANCE. Selain Smart City, pengolahan kopi semende yang hampir serupa dengan kopi sipirok perlu kami pelajari, dalam hal pengolahan, sampai pemasarannya terkhusus kerjasama antara kopi semende dan pihak perusahaan,” ucapnya.

Bagaimana Menurut Anda?