Penderita Hidrosefalus Harapkan Uluran Tangan Dermawan

11.160 dibaca

MURATARA, Buanaindonesia.com – Setelah dibawa ke Palembang dan mendapat perawatan, Rendi Syapura penderita Hidrosefalus kini membuka dompet amal, dan berharap adanya uluran tangan dari masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Muratara agar bisa membantu untuk pengobatannya.

Gusti RohmRekening tersebut dibuat atas nama ibunda Rendi, Ria Novita Sari Bank BRI dengan nomor rekening – 567901012470530‎ dan pembuatan rekening tersebut atas saran dari pihak-pihak yang ingin membantu korban.

Advertisement

“Terima kasih kepada semuanya yang telah membantu kami. Karena tanpa bantuan dari bapak-ibu semua, kami tak mungkin bisa mengobati anak kami ini,” kata Tarnedi, ayah Rendi yang tercatat sebagai warga Desa Noman Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.

Ia mengaku bahwa pengobatan anaknya sekarang sudah dibantu oleh pemerintah Kabupaten Muratara melalui Dinas Kesehatan beserta tim. Memang pengobatan yang didapatkan anaknya sekarang gratis tetapi untuk makan dirinya bersama istri tidak gratis.

“Selama anak kami mendapatkan perawatan medis di Palembang, jelas kami tidak bisa bekerja sehingga hanya berharap adanya bantuan dari masyarakat dan pemerintaha,” jelasnya seraya menundukkan kepala karena merasa malu dan sedih.

Sama halnya, Ria Novita Sari mengaku tidak bisa berbica banyak karena dirinya hanya bisa mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pastisipasi dari segala. “Jujur kami masih berharap atas uluran tangan dari semuanya. Tanpa bantuan itu kami tak mungkin bisa merawat anak kami ini,” katanya singkat sambil menangis.

Sementara itu Kadinkes Muratara, Hj Gusti Rohmani mengungkapkan bahwa pihaknya telah membawa Rendi ke RSUD Muhammad Husen di Palembang untuk mendapatkan perawatan medis. Bahkan dirinya telah menghubungi tim kesehatan pendamping penderita hidrosefalus itu dan menyatakan bahwa Rendi sudah ditangani dengan baik oleh pihak RSUD.

“Nah,saya juga berharap kepada semuanya baik itu masyarakat dimanapun berada terutama di wilayah Kabupaten Muratara untuk ikut serta membantu keluarga penderita hidrosafelus itu. Karena saya tauh persis keadaan perekonomian kedua orang tua pasien itu,” jelasnya.

Menurutnya,memang semua biaya pengobatan tidak dibebankan kepada kedua orang tua pasien tetapi selama mereka melakukan perawatan terhadap anaknya maka mereka tidak bisa bekerja. Sehingga uluran tangan dari semuanya lah yang bisa membantu mereka. “Jika ada yang mau membantu silakan langsung ke rekening tersebut atas nama ibu dari penderita hidrosafelus langsung,” pungkasnya.

Editor : Juan

Bagaimana Menurut Anda?