Petani 5 Desa di Kecamatan Rambutan Kekeringan

9.478 dibaca
Herman Sawiran saat melakukan aksi damai poto: Aulia)
Herman Sawiran saat melakukan aksi damai poto: Aulia)

BANYUASIN, Buanaindonesia.com – Menanggapi kekeringan yang melanda petani di Kecamatan Rambutan, Anggota DPRD Banyuasin, Juprianto membenarkan hal tersebut. Menurut dia, berdasarkan pantauan langsung dirinya mendapati setidaknya ada lima desa yang darurat pertanian akibat kekeringan. Luasan sawah yang terancam gagal panen ini mencapai ribuan hektare.

Lima desa tersebut yakni Desa Sungai Kedukan kurang lebih 300 hektare, Sungai Pinang kurang lebih 400 hektare, termasuk kelompok penangkar benih seluas 100 hektare. Kemudian Desa Sungai Dua lebih kurang 600 hektare, Desa Pangkalan Gelebak lebih kurang 500 hektare dan Desa Gelevak Dalam seluas 500 hektare dari luas lahan 800 hektare.

Advertisement

“Ini sangat memprihatinkan, dari laporan Distannak Banyuasin baru membantu satu mesin pompa untuk petani di Sungai Pinang, sementara yang mengalami kekeringan ini dilima desa, jumlahnya ribuan hektare. Dan saat ini petani sangat membutuhkan mesin pompa air untuk mengalirkan air agar areal persawahan mereka yang sudah tanam bisa terselamatkan. Apalagi lahan ini adalah mendukung program IP 200,” terang Jupri.

Dia menambahkan, Kecamatan Rambutan yang menjadi salah satu daerah penghasil beras terbesar di Kabupaten Banyuasin tentu saja, jika petani sampai mengalami gagal panen maka akan berimbas pada stok beras di kabupaten dan swasembada pangan. Mengingat Kabupaten Banyuasin merupakan penyumbang terbesar stok Sumsel.

“Yang kita takutkan kalau tidak segera ditangani, akan mengancam petani, bukan hanya pendapatan petani tetapi juga stok beras di kabupaten. Sebaiknya Distannak untuk membantu mesin pompa, jika pun tidak petani berharap dapat dipinjamkan saja,” imbuhnya.(muh)

Bagaimana Menurut Anda?