Polisi Hina Wartawan, PWI Sumsel Sebut Jokowi Saja Butuh Wartawan

10.824 dibaca
Ilustrasi - Foto : Internet

PALEMBANG,Buanaindonesia.com-Sikap arogansi anggota polisi berinisial IU yang melecehkan pofesi jurnalis saat terlibat percekcokan mulut dengan seorang wartawan media cetak lokal di Palembang beberapa hari yang lalu, disesalkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel.

Ilustrasi - Foto : Internet
Ilustrasi – Foto : Internet

Ketua PWI Sumsel Oktav Riyadi menyesalkan ulah oknum anggota tersebut. Menurut dia, Presiden Joko Widodo saja sangat membutuhkan keberadaan wartawan. Karena profesi wartawan sama mulianya dengan profesi lain, termasuk polisi.

Advertisement

“Jangan sampai menghina profesi. Profesi wartawan itu sungguh mulia, Presiden Joko Widodo saja membutuhkan wartawana. Kapolri juga percaya sama wartawan,” ungkap Oktav, Senin (5/10).

Dikatakannya, tak seharusnya keributan tersebut disertai dengan menghina profesi, masalah itu karena dapat diselesaikan secara baik-baik. Apalagi polisi yang menghina menjabat sebagai Babin Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Mapolsek Seberang Ulu I Palembang.

“Seharusnya dia memberi contoh yang baik. Kalau sudah begitu, langsung saja dicopot dari jabatannya,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, tanpa diketahui penyebabnya, anggota polisi berinisial IU dan istrinya, IP, melempar rumah seorang wartawan media cetak lokal di Palembang, Hasandri Agustiawan (49) menggunakan telur. Kedua pelaku juga menganiaya dan mengancam pembunuhan terhadap korban.

Tak terima diperlakukan seperti itu, Hasandri akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi. Kepada petugas, korban mengaku tinggal bertetangga dengan terlapor di Jalan Silaberanti, Komplek Silaberanti Indah, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang.

Sebelum kejadian itu, dia bermaksud menjemput anaknya dari les sekolah, Sabtu (3/10) malam. Saat keluar dari rumahnya, korban melihat ada orang yang untuk kesekian kalinya melempar telur ke rumahnya. Ternyata, orang tersebut adalah istri anggota polisi tersebut.

“Saya memang mencari tahu siapa yang sering melempar rumah saya pakai telur, tadi malam baru ketahuan. Mereka (pasutri polisi) pelakunya,” ungkap Hasandri saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Minggu (4/10).

Bukannya takut atau merasa bersalah, kata dia, pelaku IP justru memaki-maki korban sambil mengarahkan telunjuknya ke wajah korban. Pelaku juga menghina profesi korban sebagai wartawan.

Lalu, pelaku IP memanggil suaminya seorang anggota polisi untuk menganiaya korban. Pelaku IU pun keluar rumah dengan membawa senjata api. Terjadi percekcokan antara mereka hingga korban ditarik paksa keluar rumah oleh kedua pelaku.

“Saya dicakar-cakar di depan rumah saya sendiri, yang laki-laki (polisi) mengancam akan membunuh pakai pistol itu,” kata dia.

“Saya tidak tahu ada masalah apa. Karena saya tidak pernah menyinggung mereka. Mereka juga hina profesi saya sebagai wartawan, tidak tahu apa maksud mereka,” pungkasnya. (Erwan – Ward)

Bagaimana Menurut Anda?