BUANAINDONESIA.CO.ID, MURATARA – Ada hal yang menarik di lakukan oleh Polsek Rawas Ilir, memanfaatkan Perahu Polisi yang biasa digunakan sebagai alat Operasional Polisi untuk melaksanakan kegiatan pengamanan di aliran sungai. Di Kecamatan Rawas Ilir, kini digunakan sebagai perpustaaan terapung bagi masyarakat di Daerah Aliran Sungai (DAS). Minggu (23/7/2017) pukul 09.00 WIB.
Dan hal ini sangat disambut baik oleh masyarakat terutama para pelajar yang dapat membaca tanpa harus jauh keluar kecamatan. Apalagi jarak tempuh kecamatan menuju ibukota Kabupaten diperlukan waktu 3-4 jam melalui perjalanan darat.
Kapolres Musi Rawas AKBP Pambudi, SIK melalui Kapolsek Rawas Ilir Iptu Fajri Anbiyaa, SIK menjelaskan, berdirinya perpustakaan terapung itu berawal dari Anggota Polsek Rawas ilir yang melaksanakan patroli air merasakan kejenuhan melakukan aktivitas di aliran sungai. Jangankan televisi, alat komunikasi Handphone pun sangat sulit terjangkau dibeberapa titik rute patroli air yang dilalui. Mereka (Anggota) harus melewatkan waktu yang panjang seharian untuk patroli di aliran sungai ataupun berhenti di spot-spot DAS yang ada.
“Nah untuk mengisi waktu sembari melaksanakan kegiatan Kepolisian, Anggota membawa buku, koran, dan alat pancing untuk mengisi hari yang panjang, selama patroli keliling menyusurin sungai. Ketika Kami sedang membaca buku dan koran di tepian sungai Rawas, banyak anak-anak, remaja meminjam buku dan koran yang kami bawa. Nampaknya mereka juga haus akan informasi dan hiburan, maklum saja koneksi internet hanya dapat mereka nikmati di ibukota kecamatan dan beberapa Desa saja. Dari sana timbul ide kami untuk membuat perpustakaan terapung guna mewujudkan harapan yang luar biasa dari masyarakat khususnya Pelajar untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan.” katanya.
Dijelaskan juga oleh Kapolsek, dukungan buku itu didapatkan berkat bantuan sumbangan Anggota, Bhayangkari dan Tiga Pilar Kamtibmas Kecamatan Rawas Ilir. Untuk saat ini hanya terdapat lebih kurang 100 buku dan koran sebagai bahan bacaan.
Kapolres Mura sangat apresiasi dengan kegiatan ini. Pola-pola mendekatkan diri dan menggalang masyarakat dapat dilaksanakan dengan berbagai macam bentuk terobosan sesuai karakter wilayah. “Dengan Perpustakaan terapung ini, kami lihat sangat sederhana namun efekrif. Impactnya akan luar biasa, buku adalah jendela dunia, wawasan yang baik akan merubah pola berpikir yang baik. Bahaya Narkoba dan kenakalan remaja yang lain dapat dipangkas dengan mengisi waktu dengan hal-hal positif.” Tambahnya (Era)








