BUANASUMSEL.COM, MUSI RAWAS – Bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kerusakan lingkungan gencar dikampanyekan PT Musi Musi Hutan Persada Unit 11 Desa Multi Karya Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas (Mura). Sasaran sosialisasi dan edukasi lingkungan hutan bernilai konservasi tinggi dan pengendalian karhutla di anak-anak sekolah dasar dan masyarakat.
President Director PT MHP, Shigeru Shimoda mengatakan sebagai perusahaan hutan tanaman industri (HTI) PT MHP sangat mendukung instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo terkait penanganan karhutla. Sehingga, pihaknya mengkampanyekan tentang bahaya karhutla dan pendidikan lingkungan di anak-anak sekolah serta masyarakat. Karena hutan menjadi penyelamatan kehidupann manusia.
“Kampanye bahaya karhutla dan lingkungan di anak-anak sekolah dan masyarakat bentuk kepedulian perusahaan karena tenaga pendidim dan murid sekolah dasar merupakan elemen krusial di masyarakat. Sebab, menjadi garda terdepan proses edukasi di masyarakat mencegah bahaya karhutla dan menjaga kelestarian lingkungan,” kata Shigeru Shimoda saat melakukan sosialisasi dan edukasi lingkungan hutan bernilai konservasi tinggi serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan di SD Sindang Laya Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Mura. Selasa (21/2).
Menurutnya, kampanye bahaya karhutla dan kerusakan lingkungan di sekolah mendapatkan apresiasi tinggi. Karena menjadi sarana pendidikan sejak dini kepada anak sekolah. Sehingga, mereka paham dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari menjaga lingkungan sekitar. Dan kedepan mereka menjadi motivator pencegahan bahaya karhutla dan kerusakan lingkungan.
Untuk edukasi dan sosialisasi kampanye bahaya karhutla, Kata dia, sudah enam sekolah yang dilakukan. Pihaknya memberikan bantuan kepada masyarakat peduli api (MPA) peralatan pemadam kebakaran seperti pompa punggung pemadam api, gepiok, dan garu tajam.
“Kita gencar mengkampayekan bahaya karhutla di kalangan anak sekolah dan masyarakat sekitar wilayah HTI PT MHP. Semuanya harus memahami hutan untuk kehidupan manusia, hutan penting untuk kehidupan.”Tandasnya.
Sementara itu, Manager Fire Protection PT MHP, Chandralika didampingi Fire External Communication Head, Alioeng Bararata Sakti menegaskan kampanye bahaya karhutla dan kerusakan lingkungan dikalangan anak sekolah sangat penting dilakukan sejak dini. Sehingga, mereka paham dan berperan aktif mencegah terjadinya karhutla dan kerusakan lingkungan. Karena ekosistem lingkungan sangat penting sebab dampak negatif kerusakan lingkungan sangat besar akibatnya.
“Kita ingin pencegahan sejak dini dan menjadikan kader lingkungan bagi anak-anak kalangan sekolah dan masyatakat secara luas. Sehingga, masyarakat sendiri menjadi garda terdepan mencegah terjadinya karhutla dan kerusakan lingkungan,”ujar Alioeng Bararata Sakti.
Dia menjelaskan dalam kampanye pencegahan karhutla melalui sosialisasi dan edukasi di sekolah dan pemukiman masyarakat seperti memberikan materi pembelajaran lingkungan di dalam kelas disertai game berisi pertanyaan seputar karhutla dan lingkungan. Sehingga menarik kreativitas anak di dalam kelas, penanaman pohon penghijauan di halaman sekolah, pemberian materi pencegahan karhutla dan lingkungan di kelas. Pemberian kaos untuk peserta sosialisasi dan pembagian kotak P3K untuk di sekolah.
“Kita berharap masyarakat paham, menjaga dan turut berperan aktif mencegah terjadinya karhutla. Karena ada sangsi tegas sesuai Maklumat Kapolda Sumsel no : Mak/01/II/2016 tentang larangan pembakaran hutan, lahan atau ilalang/semak belukar. Presiden RI sangat tegas terkait masalah karhutla,”ungkap Alioeng Bararata.
Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Sindang Laya, Akwan dan Sekdes Mukti Jaya, Sopian menegaskan edukasi dan sosialisasi lingkungan hutan bernilai konservasi tinggi dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan baru pertama kali dilakukan.
“Masyarakat sangat terbantu dan diberikan informasi terkait bahaya karhutla. Kedepan kehadiran perusahaan terus terjalin dengan baik di masyarakat. Karena masyarakat juga membutuhkan perusahaan. Apalagi ada bantuan peralatan karhutla yang diberikan. Kedepan masyarakat berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.










