PTBA Lakukan Pemecahan Nilai Nominal Saham

16.778 dibaca
Acara Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia.

BUANAINDONESIA.CO.ID, TANJUNG ENIM – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melakukan pemecahan nilai nominal saham pada Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia, Kamis, 14 Desember 2017.

Pembukaan Perdagangan dengan harga saham baru tersebut dilakukan Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin, dengan didampingi Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio.

Advertisement

“Pemecahan Nilai Nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5 ini dilakukan sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bukit Asam Tbk pada 29 November 2017 lalu,” tutur Direktur Utama PTBA Tbk, Arviyan Arivin didampingi Sekretaris Perusahaan, Suherman, dalam Press Release.

Setelah stock split, terang Suherman, nominal saham Bukit Asam akan berubah dari Rp 11.200 saat harga saham pada penutupan perdagangan 13 Desember 2017 menjadi Rp 2.240 per lembar saham.

“Langkah untuk stock split diambil perseroan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek, serta memperluas distribusi kepemilikan saham dengan menjangkau berbagai lapisan investor, sekaligus untuk mendukung program ‘Yuk Nabung Saham’,” jelasnya

Komitmen yang kuat dari Bukit Asam dalam meningkatkan kinerja perusahaan merupakan faktor fundamental dari aksi korporasi tersebut.

Suherman menjelaskan, pembukaan perdagangan dengan harga saham baru tersebut juga sekaligus menandai 15 tahun Bukit Asam melantai di Bursa Efek, sejak 23 Desember 2002 lalu. Pada awal IPO, PTBA mencatatkan sahamnya sebesar Rp 575.

“Seiring berjalan waktu, PTBA mampu meraih saham dengan harga tertinggi sebesar Rp 24.900 pada 4 Januari 2011 dan harga rata-rata tertimbang sebesar Rp  7.256,” terangnya.

Dalam kurun waktu 15 tahun tersebut, tambah Suherman, PTBA berhasil mendapatkan berbagai penghargaan, antara lain Top 50 Public Listed Companies 2016 dan The Most Trusted Company tahun 2015 dari The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICD).

“Sementara itu, setelah dilakukan holding BUMN Industri Tambang, pasar merespon positif terhadap saham PTBA. Terlihat dari saham PTBA yang mengalami kenaikan dari penutupan saham pada 28 November 2017 sebesar Rp 10.850 menjadi Rp 11.250 pada 29 November 2017,” tambahnya .

EDITOR: WN

Bagaimana Menurut Anda?