MUARA ENIM, Buanaindonesia.com – Banyak pengamat energi dan analis bursa memperkirakan tahun 2016 sebagai tahun yang lebih suram lagi bagi industri batubara. Bahkan, diantaranya ada yang memperkirakan harga batubara anjlok hingga menyentuh angka dibawah US$ 30 per ton. Dalam menghadapi situasi tersebut, PT. Bukit Asam (PTBA) Tbk, Tanjung Enim siap menghadapinya melalui kreasi dan inovasi.
“Kita harus yakin dengan semangat, kreasi dan inovasi serta kekompakan dan kebersamaan insan PTBA akan mampu menghadapi situasi sesulit apapun,” tutur Direktur Utama PTBA, Milawarma, dalam sambutannya saat malam pergantian tahun, bertempat di GOR PTBA, Kamis (31/12/2015).
Semangat ini, kata Milawarma, telah dibuktikan dengan prestasi-prestasi yang telah diraih selama tahun 2015 ini. Dan terus dibuktikan di tahun-tahun berikutnya khususnya di 2016 sesuai dengan tema tahun baru 2016 yakni ciptakan innovasi terbaru untuk tetap menjadi perusahaan terbaik di 2016.
“Situasi sulit di 2015, dimana kondisi perdagangaan batubara dunia semakin memprihatinkan, kita bersyukur karena PTBA ditetapkan sebagai perusahaan dengan tingkat perolehan laba tertinggi dari seluruh industri batubara nasional bahkan PTBA berada di urutan ke empat tertinggi tingkat internasional atas pencapaian net profit berdasarkan Lembaga Kajian Internasional Bloomberg,” ucapnya.
Di luar itu, lanjutnya, tercatat ada 27 penghargaan yang terima selama 2015 diberbagai bidang, baik bidang bisnis maupun pengelolaan lingkungan dan sosial. Diantara penghargaan itu adalah Proper Emas 2015 yang merupakan penghargaan di bidang pengelolaan lingkungan.
“Kita bersyukur karena PTBA satu-satunya perusahaan tambang batubara nasional yang menerima penghargaan Proper Emas dan yang ketiga kali diterima PTBA secara berturut-turut,” terang Mila.
Berdasarkan pantauan, perayaan malam tahun baru 2016 di GOR PTBA dimeriahkan oleh Bimbo serta puluhan hadian doorprize.
Editor : Juan








