Ratusan Hektar Sawah di Air Saleh Terancam Gagal Panen

18.295 dibaca

Sementara itu Arip Rohman mengomentari bahwa masyarakat itu dibodoh bodohi, ujung-ujungnya cuman jadi alat orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Masyrkat itu dibdohi , ujung2nya cm jd alat org2 yg tak brtggungjwb,,diperalt dmi kpentingan perut mreka…… Dmi mnjga nma baik dan mnjga posisi, msyarakat dikorbankan,, ksihn jg nsib rakyat,trutama sidoharjo..  Mrsakn panen 1 butir aja nggak diblg berhasil,” tulis Arip.

Advertisement

Sementara itu Muladi kasi Perlindungan tanaman dinas pertanian Kabupaten Banyuasin mengaku, pihaknya baru menerima laporan kemaren (29/12) dari Unit Pelaksana Tehnis dinas pertanian dan peternakan kecamatan Air Saleh sehubungan dengan masalah itu.

Ia mengakui bahwa ada puluhan hektar di beberapa desa yang terserang penyakit. Diantaranya, Desa Srikaton, Saleh Mukti, Bintaran, Srimulyo, Sidoarjo dan Upang, dengan jumlah 577 Hektar.

“Penyebabnya akibat serangan hama dan penyakit ini dikarena curah hujan yang rendah dan beberapa lahan yang tinggi. Sedangkan kendala lainya, di beberapa lokasi air pasang belum bisa dimanfaatkan karna, skunder belum ada pintu air serta kondisi air yang masam

“Kemarin sudah kita tawarkan untuk mengirimkan bantuan obat-obatan namun, KUPTD menolak dengan alasan masih bisa ditanggulangi” kata Muladi.

Muladi membantah keras jika pihaknya terlambat antisipasi kejadian itu walau sudah ratusan hektar padi sawah terancam gagal panen.”Ini kehendak alam kita tak bisa melawanya.” ujarnya

Muladi mengungkapkan bahwa sawah yang terserang hama tikus sebanyak 358 Hk. Hama lembing 100 hektar dan penyakit Blast dan keasaman sebanyak 577 Hektar.

Meski demikian Muladi  mengatakan bahwa, kejadian tersebut tidak akan berpengaruh terhadap target pencapayan swasembada pangan. karna, yang terserang hanya beberapa persen dari jumlah total sawah yang ada di kabupaten Banyuasin.

Editor: Karnadi

Bagaimana Menurut Anda?