Ratusan PKL Terjerat Rentenir

10.821 dibaca

JAKARTA, Buanaindonesia.com- Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kawasan Wisata Perkampungan Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, terhubung dengan rentenir yang sangat-sangat menjerat leher. Hal ini baru diketahui saat Ketua Umum DPP Asosisasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Ali Mahsun didampingi Wabendum Aktavia Zaputra, Ketua DPD APKLI Jaksel H. Abidin saat melakukan kunjungan dan dialog dengan Pedagang Kaki Lima (PKL) serta Paguyuban PKL Kawasan Wisata Perkampungan Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, Selasa (15/09/15).

pedagang kaki lima“Hampir Semua, Sekitar 500 PKL dikawasan Setu Babakan Jakarta Selatan, baik yang didalam maupun yang diluar terjerat rentenir, yang menjadi beban sangat berat bagi mereka. Rata-rata PKL tidak memiliki agunan untuk kredit modal usaha. Bahkan Bang Ideran (Rentenir) disini ada sekitar 30 orang tiap harinya. Pinjam Rp 1 juta, hanya terima Rp 900.000, dan harus dikembalikan Rp 1.200.000 dalam waktu 1 bulan. Sungguh sangat berat dan mencekik leher PKL. Oleh karena itu, kami sampaikan terima kasih dengan penuh harapan Program Kredit Tanpa Agunan APKLI bisa dimanfaatkan para PKL disini, sungguh sebuah harapan yang lama ditunggu pedagang”, tutur Alim Ketua Paguyuban PKL Kawasan Wisata Perkampungan Betawi Setu Babakan Jaksel.

Advertisement

Menanggapi permintaan yang disampaikan tersebut, APKLI akan lakukan revitalisasi dan penguatan usaha 500 PKL Kawasan Wisata Perkampungan Betawi Setu Babakan Jakarta Selatan, baik yang didalam maupun yang diluar. Lapak PKL harus dibenahi dan ditata sehingga eye catching, guna menambah daya tarik bagi pengunjung Setu Babakan.

Menejemen dan performa PKL juga harus didongkrak, harus gunakan seragam dengan bandsmark Perkampungan Betawi Setu Babakan. Disamping itu, Modal Usaha PKL Tanpa Jaminan APKLI dengan plafon Rp 2 – 30 juta per PKL dengan sistem kelompok, pendampingan dan solidaritas (grameen bank) akan segera gantikan rentenir yang menjerat PKL sehingga mereka tidak bisa maju bahkan gulung tikar.

APKLI segera sampaikan Surat Resmi Kepada Badan Pengelola Kawasan Wisata Perkampungan Betawi Setu Babakan Jakarta Selatan sehinga masalah PKL dapat diatasi, dan wajah PKL berubah optimis dan usahanya maju mampu bersaing”, tegas Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun, M. Biomed merespon harapan Ketua Paguyuban PKL Setu Babakan.

Ada jutaan PKL dan UMKM lainnya di tanah air terjerat Rentenir. Saatnya Negara RI, dalam hal ini Pemerintah RI peduli kepada PKL dan UMKM lainnya. APKLI yakin Pemerintah Republik Indonesia mampu sediakan Akses Modal Usaha Tanpa Jaminan karena hal tersebut tidak butuh dana terlalu banyak, hanya sekitar Rp 100 trilyun. Jika mau pasti mampu, tergantung hari dan komitmen pemimpin bangsa dan negara.

“Masa sejak merdeka 17 Agustus 1945 hingga saat ini berbulan madu terus menerus dengan kongsi kapitalis. Sisihkan sedikit hati dan komitmen Pemimpin Bangsa dan Negara Untuk PKL dan UMKM demi tegaknya kedaulatan ekonomi bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”, pungkas Ali yang juga Presiden BOND Untuk Indonesia.

Editor: Karnadi

Bagaimana Menurut Anda?