Sekda Pimpin Apel Siaga Penanggulangan Kebakaran Kebun di Sumsel

10.363 dibaca
Sekda Sumsel Mukti Sulaiman memimpin apel siaga penanggulangan kebakaran kebun di Sumsel di halaman PTPN VII Banyuasin di Jalan Kolonel H Burlian Palembang, Kamis (13/8).
Sekda Sumsel Mukti Sulaiman memimpin apel siaga penanggulangan kebakaran kebun di Sumsel di halaman PTPN VII Banyuasin di Jalan Kolonel H Burlian Palembang, Kamis (13/8).
Sekda Sumsel Mukti Sulaiman memimpin apel siaga penanggulangan kebakaran kebun di Sumsel di halaman PTPN VII Banyuasin di Jalan Kolonel H Burlian Palembang, Kamis (13/8).

PALEMBANG, Buanaindonesia.com-Sekretaris daerah (Sekda) Sumsel Mukti Sulaiman memimpin apel siaga penanggulangan kebakaran kebun di Sumsel di halaman PTPN VII Banyuasin di Jalan Kolonel H Burlian Palembang, Kamis (13/8). Turut hadir dalam acara tersebut, Dirjen Perlindungan Perkebunan Kementerian Pertanian RI Dudi Gunadi.

Menurut Sekda, jumlah kebakaran perkebunan akibat kemarau tahun ini menunjukkan kenaikan. Paling tidak, hingga Agustus 2015 sudah ada 135 hektar perkebunan yang terbakar.

Advertisement

“Sejauh ini sudah ada 135 hektar kebun di Sumsel yang terbakar, beda dengan jumlah hutan,” ungkap Mukti.

Menurut dia, kebun yang terbakar tersebut mayoritas berada di wilayah perusahaan perkebunan. Namun, Mukti enggan menyebutkan nama-nama perusahaan yang dimaksud. Sementara penyebabnya dilatarbelakangi kelalaian pihak perusahaan.

“Kita catat ado 10 perusahaan yang kebunnya terbakar. Itu karena mereka lalai,” ujarnya.

Meski sudah terbukti melakukan kelalaian, pemerintah belum menindak perusahaan tersebut. Sebab, masih mendalami penyebab pasti kebakaran itu.

“Belum kita sanksi. Dilihat dulu nanti ya, kalo disengaja baru” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Fahrurrozi mengatakan, berdasarkan pantauan satelit NOAA, hingga sepanjang Agustus 2015 sudah ada 558 titik api yang tersebar di wilayah Sumsel, baik di area kehutanan maupun perkebunan. Titik api itu secara terus-menerus terjadi di tujuh kabupaten, yakni Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Banyuasin, dan Ogan Ilir.

“Tapi, asap belum ada, udara masih bagus, belum ganggu penerbangan,” pungkasnya. (ADV)

Bagaimana Menurut Anda?